Jombang, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmen mendukung ketahanan pangan nasional. Senin (5/1/2026), Bupati Jombang Warsubi S.H., M.Si bersama Wakil Bupati Gus Salmanudin menyerahkan bantuan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dari APBN Kementerian Pertanian RI di Dinas Pertanian Jombang.
Bantuan tersebut meliputi Traktor Roda Empat yang disalurkan kepada Gapoktan Mojokrapak, Poktan Dunglempuk, dan Gapoktan Tampingmojo Kecamatan Tembelang. Selain itu, Traktor Roda Dua diberikan kepada Gapoktan Manunggal Kecamatan Ngusikan.
Dalam sambutannya, Bupati Warsubi menegaskan bahwa mekanisasi pertanian kini menjadi kebutuhan utama. Alsintan diharapkan mampu mempercepat pengolahan lahan, memperpendek masa tanam, serta mendorong panen serempak agar usaha tani lebih efisien.
Ia berpesan agar bantuan tersebut dikelola bersama melalui kelompok tani dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Bupati juga menegaskan tidak boleh ada penyelewengan dalam penggunaan bantuan hibah.
Kepala Dinas Pertanian Jombang Ir. Muchammad Rony, M.M menyampaikan, sepanjang 2025 pemerintah telah menyalurkan berbagai Alsintan kepada petani. Bantuan itu meliputi pompa air, hand sprayer, traktor roda dua dan empat, drone sprayer, rice transplanter, serta rotavator.
Baca Juga: Jombang Jadi Lokasi Perdana Nasional Program “Miskin Ekstrem Pasti Kerja”, Target Nol Persen 2026
Selain bantuan sarana, Pemkab Jombang sukses menjalankan program strategis menuju swasembada pangan. Program tersebut antara lain Luas Tambah Tanam yang melampaui target, Optimasi Lahan, Brigade Pangan, serta Bongkar Ratoon Tebu.
Data BPS menunjukkan produksi beras Jombang 2025 mencapai 257.942 ton, meningkat dibanding tahun sebelumnya. Dengan konsumsi 149.237 ton, Jombang diperkirakan surplus beras 108.705 ton.
Capaian tersebut mengantarkan Jombang naik ke peringkat delapan penghasil padi di Jawa Timur. Sementara produktivitas tebu tetap bertahan di posisi lima besar se-Jawa Timur.
Pemkab Jombang juga menggulirkan program “Satu Dusun Satu Wirausaha Baru” di sektor pertanian. Program ini mencakup budidaya nilam, penangkaran benih, dan pengembangan tanaman sehat.
Selain itu, pola kemitraan “Bapak Asuh” dengan sektor swasta terus diperkuat. Salah satunya melalui kerja sama dengan CV AFCO untuk penyerapan gabah dan pengembangan pertanian organik.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimda, kepala OPD, organisasi tani, serta perwakilan sektor swasta. Turut hadir pula kepala desa, pengurus kelompok tani penerima bantuan, Brigade Pangan, dan penyuluh pertanian lapangan. (Ke/ha)























