Papua Pegunungan, serayunusantara.com – Menjalankan tugas di wilayah timur Indonesia menjadi bentuk pengabdian sekaligus kebanggaan bagi Praka Jayamuddin, prajurit TNI asal Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Saat ini, ia mengemban tugas di Papua Pegunungan dan menjadikan penugasan tersebut sebagai panggilan hati untuk melayani masyarakat.
Bagi Jayamuddin, Papua bukan sekadar lokasi penempatan, tetapi telah menjadi rumah kedua. Ia membawa semangat “Ewako” yang mencerminkan keberanian serta nilai budaya “Sipakatau, Sipakalebbi” yang mengedepankan saling menghargai dan memuliakan sesama. Nilai-nilai tersebut menjadi landasan dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat Papua.
Baca Juga: 14 Tahun Buron, Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Saat Menjabat Kapolda Papua Ditangkap
Dalam kesehariannya, Jayamuddin tidak hanya menjalankan tugas sebagai aparat, tetapi juga aktif membangun kedekatan dengan warga setempat. Ia berupaya hadir sebagai sosok yang merangkul dan mengayomi, serta ikut berkontribusi dalam membangun kehidupan sosial masyarakat di wilayah penugasannya.
“Bagi saya, melayani Masyarakat Papua adalah kehormatan, Ada kehangatan yang luar biasa dari warga lokal, Tugas kita adalah merangkul, mengayomi, dan membangun bersama,” ungkapnya. Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen kuatnya dalam menjalankan tugas dengan pendekatan humanis.
Meski harus berjauhan dari kampung halaman, rasa rindu tidak menyurutkan semangatnya. Ia mengaku kebahagiaan sederhana, seperti melihat senyum anak-anak Papua, menjadi penyemangat dalam menjalankan tugas sehari-hari.
“Meskipun rindu kampung halaman di kabupaten kepulauan selayar, senyum anak-anak Papua saat kita bantu adalah obat penawar lelah dan Saya berharap kehadiran saya di sini dapat mempererat tali persaudaraan seperti budaya kampung halaman saya yang selalu menjunjung tinggi budaya siu’rangi parantasiana’,” tuturnya.
Kehadiran prajurit seperti Jayamuddin di wilayah Papua Pegunungan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa. Pendekatan yang mengedepankan nilai kemanusiaan dinilai mampu menciptakan hubungan harmonis antara aparat dan masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan di daerah terpencil.
Selain menjalankan tugas pengamanan, peran prajurit di wilayah timur Indonesia juga mencakup kegiatan sosial, seperti membantu masyarakat dalam berbagai kebutuhan, termasuk pendidikan dan pelayanan kemasyarakatan.
Hal ini menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan serta menciptakan rasa aman di tengah masyarakat.
Pengabdian yang ditunjukkan Praka Jayamuddin menjadi contoh nyata bahwa tugas negara tidak hanya soal menjaga keamanan, tetapi juga membangun hubungan kemanusiaan yang kuat antar sesama anak bangsa. (Jun)



















