Blitar, serayunusantara.com — Langkah proaktif Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Blitar dalam membentengi warga dari ancaman nyamuk Aedes aegypti membuahkan hasil positif.
Hingga awal Maret 2026, Kota Blitar mencatatkan laporan nihil untuk kasus Demam Berdarah Dengue (DBD), sebuah capaian signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, Senin (03/03/2026).
Meskipun angka DBD masih nol, Dinkes tetap memberikan perhatian khusus pada temuan kasus Demam Dengue (DD) yang berjumlah 15 kasus pada Januari dan 7 kasus pada Februari. Sebaran kasus DD ini terdeteksi di wilayah Kecamatan Sananwetan, Sukorejo, dan Kepanjenkidul.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Blitar, Silvia Dewi K, mengungkapkan bahwa penurunan ini merupakan hasil dari koordinasi lintas fasilitas kesehatan (faskes) yang telah dimatangkan sejak akhir tahun lalu.
“Tahun 2026 ini belum ada laporan kasus DBD. Penurunan ini tidak lepas dari kesiapsiagaan kita menghadapi musim penghujan, mulai dari kesiapan tempat tidur di rumah sakit, logistik, hingga sistem pelaporan melalui formulir KDRS yang lebih cepat,” jelas Silvia.
Baca Juga: Tak Hanya Tempat Sujud: Masjid Ar-Rahman Kota Blitar Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis Setiap Hari
Kesuksesan menekan angka DBD ini juga didorong oleh ketatnya prosedur Penyelidikan Epidemiologi (PE) oleh Puskesmas yang dilakukan segera setelah pasien berstatus suspek dilaporkan.
Namun, Dinkes mengingatkan bahwa keberhasilan ini bisa sirna jika masyarakat abai terhadap kebersihan lingkungan di tengah musim penghujan.
Warga diimbau untuk tidak hanya mengandalkan fogging, karena pengasapan tanpa indikasi justru dapat memicu resistensi nyamuk.
Langkah paling efektif tetap bertumpu pada PSN 3M Plus: menguras, menutup, dan mendaur ulang barang bekas secara rutin minimal seminggu sekali, mengingat siklus hidup nyamuk hanya memakan waktu 5 hingga 7 hari.
Dinkes Kota Blitar berharap kolaborasi antara kesiapan sistem kesehatan dan kepatuhan masyarakat dalam menjaga sanitasi dapat mempertahankan tren nol kasus DBD ini sepanjang tahun. (Fis/Serayu)
























