Blitar, serayunusantara.com — Semangat pelestarian budaya di Kota Tahu kembali membara. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati—atau yang akrab disapa Mbak Vinanda—secara resmi mengukuhkan jajaran pengurus Dewan Kesenian Jaranan (DKJ).
Langkah ini bukan sekadar seremoni biasa, melainkan momentum besar untuk mendorong kesenian Jaranan agar tetap eksis, modern, dan menjadi kebanggaan yang mampu bersaing di kancah nasional maupun internasional, Minggu (01/02/2026).
Dalam sambutannya, Vinanda menekankan bahwa Jaranan adalah identitas kuat masyarakat Kediri yang harus dijaga dari kepunahan.
Melalui pengukuhan wadah resmi ini, diharapkan para pelaku seni Jaranan memiliki manajemen yang lebih solid, perlindungan hak seni yang jelas, serta dukungan panggung yang lebih luas untuk mengekspresikan kreativitas mereka tanpa meninggalkan pakem tradisi.
Lastri (49), seorang pengamat seni budaya lokal, mengapresiasi perhatian besar figur muda seperti Vinanda terhadap seniman akar rumput.
Baca Juga: Inovasi Lingkungan: Pemkot Kediri Sulap Kawasan IPLT Menjadi Ikon Wisata Edukasi Baru
“Jaranan itu denyut nadi warga Kediri. Dengan adanya dukungan dari Mbak Wali Vinanda, para seniman jadi merasa dihargai dan punya sandaran,” ujarnya penuh harap.
Data menunjukkan bahwa Kota Kediri memiliki ratusan grup Jaranan yang tersebar di berbagai kelurahan. Dengan hadirnya kepengurusan DKJ yang baru, Vinanda berharap ada standarisasi pembinaan yang merata.
Ia juga berkomitmen untuk mengintegrasikan kesenian Jaranan dalam kalender wisata rutin kota, sehingga mampu menggerakkan roda ekonomi bagi para pengrajin kostum, pemain musik, hingga pelaku UMKM di setiap pagelarannya.
Pengukuhan ini menandai era baru bagi dunia seni Kediri, di mana kolaborasi antara energi muda dan nilai-nilai tradisi menjadi kunci utama dalam menjaga warisan leluhur agar tetap hidup dan dicintai melintasi zaman. (Fis/Serayu)













