Malang, serayunusantara.com – Suasana hangat dan penuh keceriaan terasa dalam kegiatan halal bihalal yang digelar Yatim Mandiri Kepanjen bersama anak-anak TPQ Rahmatullah di Dusun Pojok, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Selasa (14/4/2026) sore.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 15.30 WIB tersebut menghadirkan pendongeng Kak Oca bersama boneka kesayangannya, Ochi. Hingga acara berlangsung, sekitar 70 anak mengikuti kegiatan dengan antusias.
Melalui metode dongeng interaktif, Kak Oca menyampaikan kisah inspiratif tentang Raja Abrahah dan pasukan gajah yang berniat menghancurkan Ka’bah, namun akhirnya gagal karena kuasa Allah SWT. Cerita tersebut disampaikan dengan gaya yang menarik sehingga mudah dipahami oleh anak-anak.
Baca Juga: Deretan Prestasi Bergengsi Diraih, Bakorwil III Malang Buktikan Kuatnya Akuntabilitas Anggaran
Suasana semakin hidup ketika anak-anak tampak aktif berinteraksi dengan boneka Ochi. Tawa dan rasa penasaran terlihat dari raut wajah mereka yang mengikuti setiap alur cerita dengan penuh perhatian.
Kisah yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga menanamkan nilai keimanan dan rasa syukur atas kebesaran Allah SWT. Anak-anak TPQ pun terlihat menikmati kegiatan tersebut sekaligus mendapatkan pelajaran berharga.
Ustadzah Halimah selaku pengurus TPQ Rahmatullah menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang digelar. Ia menilai dongeng yang disampaikan memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter anak-anak.
Baca Juga: Halal Bil Halal Askot PSSI Kediri, Siapkan Kesuksesan Porprov Jatim 2027 di Surabaya
“Kegiatan ini sangat baik dan membawa dampak positif bagi adik-adik. Semoga terus bisa menginspirasi,” ujarnya.
Selain sebagai sarana edukasi, kegiatan ini juga menjadi bagian dari program safari dongeng Yatim Mandiri. Dana yang terkumpul dari kegiatan ini akan dialokasikan untuk mendukung pendidikan anak-anak binaan di berbagai wilayah, seperti Surabaya dan Sidoarjo melalui program ICMBS dan MEC.
Tidak hanya itu, dana tersebut juga akan disalurkan untuk kemaslahatan umat, khususnya kepada delapan golongan penerima zakat (asnaf) di wilayah Kabupaten Malang.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendekatan edukatif yang dikemas secara kreatif mampu memberikan dampak positif bagi anak-anak, sekaligus menumbuhkan nilai-nilai keislaman sejak dini. (Dani)






















