Tulungagung, serayunusantara.com — Pemandangan yang tidak biasa terlihat di kawasan Alun-Alun Tulungagung dalam beberapa hari terakhir menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H. Senin, (16/03/2026).
Area yang biasanya dipadati oleh deretan lapak pedagang kaki lima (PKL) tersebut kini tampak bersih dan lengang. Pantauan di lapangan pada Senin (16/03/2026) siang menunjukkan tidak ada satu pun pedagang yang terlihat menggelar dagangannya di sekitar pusat kota.
Kondisi “steril” dari aktivitas niaga ini membuat area Alun-Alun terasa jauh lebih luas namun tampak sunyi.
Hal ini merupakan dampak langsung dari bulan suci Ramadhan, di mana mayoritas PKL kuliner yang menjadi daya tarik utama kawasan ini baru akan memulai aktivitas mereka menjelang waktu berbuka puasa atau saat sore hari tiba.
Selain karena faktor menjalankan ibadah puasa, cuaca terik yang menyengat di jantung Bumi Marmer juga membuat masyarakat enggan beraktivitas di ruang terbuka saat siang hari.
Alhasil, absennya pengunjung secara otomatis membuat para pedagang memilih untuk menyimpan energi dan baru keluar saat suasana lebih sejuk di sore hari.
“Kalau jam segini (siang hari) memang tidak ada yang jualan. Biasanya nanti jam empat sore baru mulai ramai bongkar muatan dan menata kursi. Untuk saat ini, Alun-Alun benar-benar hanya untuk tempat transit atau berteduh sebentar bagi pengguna jalan,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi.
Absennya aktivitas PKL di siang hari ini memberikan wajah baru bagi Alun-Alun Tulungagung yang terlihat lebih rapi dan tertata.
Pihak kebersihan kota pun tampak memanfaatkan momen sepi ini untuk melakukan pembersihan area trotoar dan perawatan taman secara menyeluruh guna menyambut lonjakan pengunjung yang diprediksi akan memuncak pada hari H Lebaran hingga H+7 nanti.
Meskipun siang hari tampak mati suri, geliat ekonomi di kawasan ini diprediksi akan kembali hidup saat lampu-lampu kota mulai menyala usai perayaan hari raya.
Alun-Alun Tulungagung tetap menjadi magnet utama bagi warga lokal maupun pemudik untuk menikmati suasana malam kota sembari menikmati aneka kudapan khas yang dijajakan para pedagang saat waktu operasional mereka dimulai. (Fis/Serayu)



















