Kediri, serayunusantara.com — Pembangunan infrastruktur di Jawa Timur bagian selatan mencatatkan angka investasi yang fantastis.
Proyek Jalan Tol Kediri-Tulungagung, yang diprakarsai oleh PT Gudang Garam Tbk melalui anak perusahaannya, dilaporkan menelan biaya investasi mencapai lebih dari Rp10 triliun.
Jalan tol ini diproyeksikan menjadi urat nadi ekonomi baru yang menghubungkan pusat industri di Kediri dengan wilayah pesisir di Tulungagung, Sabtu (31/02/2026).
Jalan tol sepanjang puluhan kilometer ini merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) atas prakarsa badan usaha (unsolicited).
Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, kehadiran jalan tol ini juga bertujuan untuk mempermudah akses menuju Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Baca Juga: Pembangunan Jalan Tol Tulungagung-Kediri Berhenti, Masalah Pembayaran Tanah Warga Jadi Kendala Utama
Heru (48), seorang pelaku usaha logistik, memberikan tanggapannya mengenai dampak besar proyek ini.
“Angka 10 triliun itu investasi yang luar biasa besar, tapi sebanding dengan potensi yang akan terbuka,” jelasnya optimis.
Pemerintah optimistis bahwa dengan nilai investasi yang masif, kualitas konstruksi dan fasilitas pendukung jalan tol ini akan memenuhi standar internasional.
Saat ini, proses pembebasan lahan dan konstruksi fisik terus dikebut guna mengejar target operasional yang telah ditetapkan dalam rencana pembangunan jangka menengah daerah dan nasional.
Hadirnya Tol Kediri-Tulungagung tidak hanya menjadi simbol kekuatan finansial sektor swasta dalam membangun negeri.
Tetapi juga diharapkan mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan, menurunkan biaya logistik, dan memacu pertumbuhan ekonomi di wilayah Jawa Timur bagian selatan secara merata. (Fis/Serayu)












