Kaki Dibakar, Dianiaya Berulang, Napi Narkoba di Lapas Blitar Tewas

Blitar, serayunusantara.com – Narapidana kasus narkoba, Harianto alias Bagong (53), meninggal dunia setelah menjadi korban penganiayaan berulang di dalam sel Lapas Kelas IIB Blitar.

Ironisnya, Harianto justru ditempatkan di sel isolasi yang sama dengan para pelaku penganiayaan.

Warga Desa Sumberjo, Kecamatan Talun, Kabupaten Blitar itu sempat mengalami kekerasan lanjutan setelah dipindahkan ke sel isolasi Blok D3.

Kasat Reskrim Polres Blitar Kota AKP Rudy Kuswoyo mengatakan, penganiayaan terjadi sedikitnya tujuh kali sepanjang 23 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026.

“Saat di sel isolasi, penganiayaan dilakukan terus-menerus oleh para pelaku,” ujar Rudy, Jumat (16/1/2026).

Kemudian, polisi telah menetapkan enam tersangka, yakni MI (45), DP (30), KS (34), SP (45), BL (30), dan AR (26). MI disebut sebagai pelaku utama.

Baca Juga: Motor Oleng dan Tabrak Pembatas, Pengendara Kawasaki Ninja Tewas di JLS Blitar

Kata Rudy, bentuk kekerasan yang dialami korban antara lain dipukul, ditendang, hingga dibakar jari kakinya saat tertidur.

Pada Senin (5/1/2026) pagi, Harianto mengalami kejang-kejang dan koma di dalam sel. Ia dilarikan ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar, sebelum akhirnya meninggal dunia pada Sabtu (10/1/2026).

Berdasarkan hasil visum et repertum, polisi memastikan Harianto meninggal akibat kekerasan benda tumpul yang menyebabkan pembengkakan otak besar dan pendarahan pada ginjal kiri.

Baca Juga: Motor Oleng dan Tabrak Pembatas, Pengendara Kawasaki Ninja Tewas di JLS Blitar

Dikutip dari media kompas.com, Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas Blitar Fathah D Akbar menjelaskan, penempatan korban satu sel dengan pelaku dilakukan karena keterbatasan sel isolasi. Saat ini, Lapas Blitar dihuni 595 narapidana, jauh melebihi kapasitas ideal 140 orang.

“Sel isolasi hanya satu dan ditempati sembilan orang termasuk korban,” kata Akbar. Ia juga membantah adanya kelalaian petugas dan menegaskan pengawasan telah dilakukan sesuai prosedur melalui patroli rutin. (Jun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *