Yogyakarta, serayunusantara.com – Ancaman Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit campak kini menjadi alarm serius bagi kesehatan nasional. Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, memperingatkan bahwa penurunan tingkat imunisasi yang terjadi di 32 provinsi di Indonesia menjadi pemicu utama kembalinya penyakit menular tersebut.
Hal ini disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik (Kunspek) Komisi IX DPR RI di Balai Kota Yogyakarta, Senin (30/3/2026). Sri Meliyana menegaskan bahwa imunisasi bukanlah sekadar program rutin, melainkan benteng pertahanan berkelanjutan bagi kualitas hidup anak-anak Indonesia.
Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini menyoroti korelasi langsung antara rendahnya cakupan imunisasi dengan kerentanan anak terhadap serangan penyakit. Ia meminta pemerintah pusat dan daerah tidak saling menyalahkan, melainkan fokus pada solusi perbaikan sistem.
“Ketika imunisasi tidak lengkap, anak menjadi lebih rentan. Ini yang harus kita cegah bersama. Penurunan tingkat imunisasi di berbagai daerah harus menjadi peringatan bagi kita semua,” tegas Sri Meliyana di hadapan jajaran Pemerintah Kota Yogyakarta.
Baca Juga: Jalan Mastrip Blitar Kini Punya Pedestrian Modern, Mirip Kayutangan Malang dan Malioboro Yogyakarta
Berdasarkan temuan di lapangan, Komisi IX mencatat dua kendala krusial dalam penanggulangan campak:
-
Ketersediaan Vaksin: Distribusi yang tidak merata dapat menghambat percepatan penanganan di wilayah terdampak.
-
Komunikasi Publik: Pemahaman masyarakat mengenai pentingnya imunisasi dasar lengkap perlu terus diperkuat guna menangkal keraguan terhadap vaksin.
“Kalau vaksin tidak tersedia, tentu penanganan akan terhambat. Di sisi lain, pemahaman masyarakat juga harus terus diperkuat melalui literasi kesehatan yang masif,” imbuhnya.
Di tengah tren penurunan nasional, Kota Yogyakarta mendapat apresiasi khusus karena mampu menjaga konsistensi cakupan imunisasi di angka 95 hingga 98 persen. Capaian ini dinilai sebagai bukti nyata bahwa sinergi antara Dinas Kesehatan, Puskesmas, dan perangkat kewilayahan efektif menekan risiko penyebaran penyakit.
Meski demikian, Sri Meliyana mengingatkan pentingnya pembenahan sistem digitalisasi pelaporan imunisasi agar data yang dihasilkan lebih akurat dan real-time untuk pemetaan risiko.
Baca Juga: Polres Gresik Ungkap 78 Kasus Penyakit Masyarakat dan Tahan 85 Tersangka
Kunjungan kerja ini turut dihadiri oleh Ketua Tim Kunspek Netty Prasetiyani (Fraksi PKS) beserta belasan anggota Komisi IX lainnya. Dari pihak eksekutif, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo hadir mendampingi bersama jajaran Kepala Dinas terkait serta mitra kerja dari Kementerian Kesehatan dan BPJS Kesehatan.
Melalui pengawasan ini, DPR RI berharap pemerintah segera melakukan penguatan distribusi vaksin dan digitalisasi pelaporan guna menutup celah penyebaran KLB campak di seluruh pelosok tanah air. (ko/serayu)

























