Blitar, serayunusantara.com — Bagi mahasiswa tingkat akhir, skripsi sering kali dianggap sebagai tembok besar yang sulit ditembus.
Namun, rahasia untuk menyelesaikan tugas akhir tersebut ternyata bukan terletak pada kecerdasan semata, melainkan pada konsistensi dalam melakukan bimbingan dengan dosen.
Menghadapi awal tahun 2026, banyak mahasiswa mulai menyadari bahwa menjalin komunikasi intensif dengan dosen pembimbing adalah kunci utama agar draf penelitian tidak mengendap terlalu lama di meja kerja, Rabu (14/01/2026).
Rajin bimbingan memungkinkan mahasiswa mendapatkan arahan yang jelas secara berkala, sehingga kesalahan dalam penulisan atau metodologi dapat segera diperbaiki sebelum menumpuk.
Selain itu, bimbingan rutin membangun hubungan emosional dan profesional yang baik dengan dosen, yang sering kali berdampak pada kelancaran proses persetujuan (acc) ujian.
Mahasiswa disarankan untuk tidak menunggu draf sempurna untuk menghadap dosen, karena esensi dari bimbingan adalah proses perbaikan itu sendiri.
Baca Juga:Menembus Batas Kejenuhan: Tips Jitu Menjaga Semangat Mengerjakan Skripsi Agar Lulus Tepat Waktu
Rizky (23), seorang mahasiswa yang baru saja menyelesaikan sidang skripsinya dalam waktu satu semester, membagikan pengalamannya.
Menurutnya, tips paling ampuh itu cuma satu: rajin bimbingan, jangan hilang-hilangan. Ia mengaku, dirinya dulu paksa diri untuk setor progres minimal seminggu sekali, meskipun cuma beberapa paragraf atau revisi kecil.
“Jangan pernah takut dikritik, karena justru kritik itu yang bikin skripsi kita cepat selesai. Intinya, mental harus kuat dan jangan biarkan folder skripsi tidak dibuka lebih dari tiga hari,” ungkap Rizky dengan semangat.
Dengan disiplin bimbingan dan manajemen waktu yang baik, momok skripsi yang menakutkan dapat berubah menjadi proses pembelajaran yang menyenangkan.
Kesabaran dalam menghadapi revisi adalah investasi terbaik menuju hari kelulusan yang dinantikan. (Fis/Serayu)













