Blitar, serayunusantara.com — Pemandangan menakjubkan menghiasi langit Bumi Bung Karno pada Kamis (05/03/2026) sore. Fenomena pelangi dengan warna yang kontras muncul sesaat setelah hujan deras mengguyur wilayah Kota dan Kabupaten Blitar sejak siang hari.
Kemunculan lengkungan spektrum warna ini terlihat jelas sekitar pukul 16.30 WIB, ketika awan mendung mulai tersingkap oleh sinar matahari sore yang hangat.
Fenomena alam ini sempat menarik perhatian warga yang sedang beraktivitas di luar ruangan maupun para pengendara yang melintas di area terbuka seperti Alun-Alun Kota Blitar dan kawasan persawahan di pinggiran kota.
Banyak warga yang tak melewatkan momen tersebut dengan mengabadikannya melalui kamera ponsel, mengingat warna pelangi sore ini tampak sangat utuh dan melengkung sempurna dari cakrawala timur hingga ke sisi lainnya.
Nanada Saniyaroh, salah satu warga yang sedang bersantai di kawasan Stadion Soepriadi, mengaku terkesan dengan kejernihan warna pelangi kali ini. Menurutnya, pemandangan tersebut menjadi penawar lelah setelah seharian Blitar diselimuti cuaca mendung dan hujan yang cukup awet.
Baca Juga: Menjaga Api di Tengah Sepi, Lapak Baca Ceria Tegaskan Komitmen Rawat Nalar Kritis di Kota Blitar
“Tadi hujannya lumayan deras sejak jam dua siang, tapi pas reda sekitar setengah lima, tiba-tiba langit sebelah timur cerah dan muncul pelangi besar sekali. Warnanya sangat jelas, merah hijaunya kelihatan kontras dengan sisa awan mendung di belakangnya,” ungkap Nanada Saniyaroh sembari menunjukkan hasil jepretan fotonya.
Secara ilmiah, fenomena ini terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh butiran air hujan yang masih tersisa di atmosfer.
Mengingat posisi matahari yang sudah mulai rendah di ufuk barat sekitar pukul 16.30 WIB, sudut pantulan cahaya menghasilkan pelangi yang tampak tinggi dan megah bagi pengamat di permukaan bumi.
Kehadiran pelangi sore ini seolah menjadi simbol ketenangan bagi warga Blitar usai didera cuaca ekstrem beberapa hari terakhir. Hingga pukul 17.00 WIB, sisa-sisa warna pelangi masih nampak samar di langit sebelum akhirnya perlahan memudar seiring dengan datangnya waktu senja. (Fis/Serayu)























