Mahasiswa UGM Sabet Juara 1 Kompetisi Bisnis Nasional di Blitar, Buka Peluang Raih Modal Bisnis

Blitar, serayunusantara.com – Kota Blitar sukses menjadi pusat perhatian para inovator muda tanah air melalui gelaran National Business Plan Competition (NBPC) #1.

Dalam persaingan sengit yang mempertemukan puluhan delegasi dari kampus-kampus ternama di Indonesia, tim Jiwaboom dari Universitas Gadjah Mada (UGM) berhasil keluar sebagai juara pertama pada kategori Mahasiswa.

Keberhasilan tim yang diketuai oleh Nabila Razkya Nurseta ini menjadi bukti keunggulan inovasi bisnis dari kampus tersebut. Bersama rekan setimnya, Sarah Putri Nashira dan R. Gumilang Fikri Rahadiansyah Sanyata, mereka berhasil menyisihkan rival kuat lainnya, termasuk tim Plastek dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di posisi kedua dan tim Arek Brawijaya dari Universitas Brawijaya di posisi ketiga.

Kemenangan para mahasiswa ini didukung penuh oleh sinergi berbagai pihak. Hadiah yang diberikan kepada para pemenang diketahui berasal dari kontribusi donatur utama acara, Ario Putra Bakti. Dukungan ini menjadi bentuk apresiasi nyata bagi kreativitas generasi muda dalam merancang solusi ekonomi yang aplikatif.

Baca Juga: Prabowo Salurkan Ribuan Becak Listrik di Blitar, Tingkatkan Kesejahteraan Tanpa APBN

Selain trofi juara, penyelenggara sebenarnya menyediakan peluang akses permodalan bagi pemenang.

Akses modal ini hanya dikucurkan bagi unit bisnis yang dinilai benar-benar siap serta layak secara operasional maupun finansial melalui evaluasi mendalam oleh dewan juri.

Muhammad Eufrat Tambora Algazel, selaku Ketua Pelaksana kegiatan, menjelaskan bahwa NBPC #1 yang diinisiasi oleh Youth Microfund (SMKN 1 Blitar) bekerja sama dengan DPMPTSP Kota Blitar ini mengusung tema inovasi bisnis berkelanjutan.

Kompetisi ini diikuti oleh delegasi dari berbagai institusi besar seperti ITB, UI, IPB University, hingga Binus University.

Terkait akses permodalan, pihak penyelenggara menekankan bahwa pemberian modal tersebut bersifat selektif dan menyesuaikan kebutuhan bisnis masing-masing.

“Akses permodalan merupakan kesempatan tambahan yang diberikan kepada pemenang yang memenuhi kriteria kelayakan usaha berdasarkan evaluasi mendalam oleh penyelenggara. Besaran modal yang dikucurkan akan menyesuaikan pada kebutuhan dan kesiapan bisnis masing-masing, dan dapat bernilai lebih kecil dari plafon maksimal atau bahkan tidak diberikan jika kriteria kelayakan tidak terpenuhi,” tulis panitia.

Baca Juga: Racik Bubuk Petasan Hasil Belajar Mandiri, Pemuda di Srengat Blitar Berujung di Jeruji Besi

Berdasarkan informasi terbaru dari panitia, hingga saat ini belum ada pemenang yang memenuhi syarat khusus untuk mencairkan akses permodalan tersebut.

Di sisi lain, panitia menjamin bahwa hak cipta atas seluruh ide bisnis yang dipaparkan tetap menjadi milik peserta sepenuhnya. Hal ini dilakukan agar para inovator merasa aman dalam mempresentasikan strategi bisnis mereka di hadapan publik.

Sementara itu, di kategori Pelajar, kemenangan diraih oleh Catalyst Team dari SMKN 5 Jember sebagai juara 1. Disusul oleh Tim Gemas dari SMAN 2 Payakumbuh di posisi kedua, serta tim “Kalo kalah salahin Brainy” dari SMA Plus Ar Rahmat Bojonegoro di posisi ketiga. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *