Mas Ibin Sebut BTC Jadi Ruang Produksi Gen Z untuk Dorong Ekspor Produk Lokal Blitar

Blitar, serayunusantara.com – Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang akrab disapa Mas Ibin, menyatakan Pemerintah Kota Blitar akan membangun kawasan pusat bisnis dan perdagangan bernama Blitar Trade Center (BTC) yang dirancang sebagai ruang produktif bagi generasi Gen Z, berlokasi di Kelurahan Tlumpu, Kecamatan Sukorejo.

“Nanti, tempat tersebut akan diperuntukkan bagi para pelaku usaha untuk memperluas jaringan sekaligus meningkatkan daya saing produk lokal. Tahun ini kita anggarkan sekitar Rp 2,5 miliar,” ujarnya saat menggelar diskusi bersama penggiat kebijakan publik, LSM, tokoh pemuda, dan wartawan di Museum PETA, Minggu malam (1/3/2026).

Ia menjelaskan, melalui BTC para pengusaha tidak hanya difasilitasi untuk memasarkan komoditas lokal seperti hasil pertanian dan perkebunan, tetapi juga diberi peluang mengakses produk dari daerah lain maupun luar negeri. Konsep ini diharapkan mampu menciptakan arus perdagangan dua arah yang saling menguntungkan.

Pada tahap awal pembangunan tahun 2026, anggaran Rp 2,5 miliar difokuskan untuk mendirikan gedung perkantoran dagang yang dapat dimanfaatkan para pelaku usaha sebagai pusat operasional dan promosi. Ke depan, kawasan tersebut dirancang berkembang dengan fasilitas pergudangan, terminal kargo, serta pasar agro guna mendukung kelancaran distribusi barang.

Mas Ibin menegaskan, pembangunan BTC merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kota Blitar dalam memperkuat sumber pendapatan asli daerah (PAD). Menurutnya, kapasitas fiskal daerah yang terbatas menuntut adanya terobosan baru untuk menciptakan sumber penerimaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: Singkirkan 477 Daerah, Kota Blitar Tembus 35 Besar Nasional Pengelolaan Sampah

“Kalau hanya mengandalkan APBD tentu sangat terbatas. Karena itu, kita harus menciptakan sumber pendapatan baru yang produktif,” katanya.

Dari operasional BTC nantinya, pemerintah daerah diproyeksikan memperoleh pemasukan melalui sewa gudang, retribusi, pajak, hingga kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pelaku usaha yang memanfaatkan fasilitas tersebut. Selain meningkatkan kas daerah, proyek ini juga diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) di Blitar Raya.

Untuk memperluas jaringan perdagangan, Pemerintah Kota Blitar juga telah menjalin nota kesepahaman dengan sejumlah daerah. Langkah tersebut menjadi fondasi penguatan kerja sama distribusi komoditas lintas wilayah sekaligus membuka peluang pasar yang lebih kompetitif.

Pemerintah menargetkan Blitar Trade Center dapat beroperasi penuh pada 2026 dan menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Blitar Raya. “Kita ingin BTC bukan sekadar bangunan, tetapi pusat aktivitas ekonomi yang benar-benar memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Mas Ibin.(San)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *