Blitar, serayunusantara.com — Aroma tanah dan potongan rumput segar mulai memenuhi udara di berbagai sudut pemukiman warga sejak pagi hari tadi.
Seiring dengan semakin dekatnya hari raya, sebuah pemandangan kontras mulai terlihat; jika di pusat kota warga berburu baju baru, di pelataran rumah, warga justru sibuk berburu rumput liar.
Tradisi membersihkan halaman atau “resik-resik” lingkungan kini menjadi agenda wajib untuk memastikan rumah tampil cantik dan asri saat menyambut tamu di hari kemenangan, Kamis (19/02/2026).
Kegiatan ini bukan sekadar urusan kebersihan estetika, melainkan simbol persiapan batin dalam menyambut tamu dan kerabat.
Dari anak-anak hingga orang dewasa, tampak bahu-membahu mencabut rumput liar yang tumbuh di sela-sela paving atau merapikan tanaman pagar yang mulai rimbun selama musim hujan.
Muklis (49), salah seorang warga yang terlihat sibuk dengan sabit di tangannya, menyebut bahwa membersihkan rumput adalah bentuk penghormatan bagi tamu yang akan datang bersilaturahmi.
“Hari raya itu kan momennya orang berkunjung. Rasanya kurang afdal kalau rumah sudah dicat baru tapi halamannya masih penuh rumput liar (teki). Tips dari saya, kalau mau membersihkan rumput jelang lebaran begini,” ungkapnya.
Baca Juga: Hari Pertama Ramadan, Bazar Takjil with QRIS di Jalan Kenanga Dipadati Warga
Geliat bersih-bersih ini sering kali berujung pada momen gotong royong antar tetangga.
Tak jarang, kegiatan mencabut rumput di depan rumah masing-masing berubah menjadi ajang diskusi santai mengenai persiapan menu lebaran atau sekadar berbagi air minum dingin.
Hal ini membuktikan bahwa semangat Ramadan tidak hanya ada di dalam masjid, tetapi juga tumpah ke halaman rumah melalui kebersamaan menjaga lingkungan.
Bagi warga, halaman yang bersih dan bebas dari rumput liar memberikan kesan “pangling” atau pembaruan yang sejalan dengan makna Idul Fitri yang kembali suci.
Dengan halaman yang tertata rapi, setiap jabat tangan dan permohonan maaf di hari raya nanti diharapkan terasa lebih syahdu di tengah lingkungan yang asri dan terawat. (Fis/Serayu)
























