Tulungagung, serayunusantara.com — Di balik perbukitan karst yang kokoh di wilayah selatan Tulungagung, tersimpan sebuah harmoni alam yang masih murni bernama Pantai Coro.
Berbeda dengan pantai-pantai populer lainnya yang mulai sesak oleh beton, Coro tetap setia dengan wajah aslinya; hamparan pasir putih yang lembut, deburan ombak yang beradu dengan karang, serta suasana sunyi yang seolah mengisolasi pengunjung dari kepenatan dunia luar, Minggu (15/02/2026).
Lokasinya yang berada di Desa Besole, Kecamatan Besuki, menjadikannya destinasi favorit bagi mereka yang mengincar ketenangan atau sekadar ingin menikmati senja tanpa gangguan bising kendaraan.
Pohon-pohon rindang di tepian pantai memberikan peneduh alami, membuat siapa saja betah berlama-lama menatap garis cakrawala Samudera Hindia.
Danang (43), seorang pelancong yang gemar mengeksplorasi pesisir Tulungagung, menyebut Besole sebagai tempat terbaik untuk “mengisi ulang” energi.
Baca Juga: Pesona Kuliner dan Ombak Landai Pantai Tambakrejo Sedot Wisatawan di Akhir Pekan
“Makan ikan bakar di pinggir Pantai Coro itu rasanya beda, udaranya masih bersih sekali. Saran saya kalau mau berkunjung ke sini, gunakan kendaraan yang prima karena jalannya cukup menantang dan berkelok,” tuturnya.
Selain keindahan visualnya, Pantai Coro juga dikenal dengan kearifan lokal masyarakat pesisirnya yang ramah.
Wisatawan sering kali bisa berinteraksi langsung dengan nelayan setempat atau sekadar melihat aktivitas sehari-hari warga yang masih sangat bergantung pada hasil laut.
Hal ini memberikan nilai tambah bagi pengunjung yang tidak hanya mencari objek foto, tetapi juga pengalaman budaya yang autentik.
Meski fasilitas penunjang terus dikembangkan secara perlahan, keasrian Pantai Coro tetap menjadi jualan utama.
Bagi warga Tulungagung maupun pelancong dari luar kota, pantai ini adalah pengingat bahwa keindahan sejati sering kali bersembunyi di tempat-tempat yang paling tenang. (Fis/Serayu)






















