Nenek di Blitar Nekat Berjalan Puluhan Kilometer Usai Cekcok dengan Menantu, Polisi Turun Tangan

Blitar, serayunusantara.com – Sebuah peristiwa mengharukan terjadi di Kabupaten Blitar. Seorang nenek lanjut usia nekat melakukan perjalanan kaki sejauh puluhan kilometer setelah terlibat pertengkaran dengan menantu laki-lakinya. Peristiwa yang menggugah rasa iba ini terjadi pada Selasa (10/3/2026) dan berakhir dengan aksi kemanusiaan dari aparat kepolisian setempat.

Adalah Leginah (63), seorang warga lanjut usia asal Kelurahan Sumber Lumbu, Kecamatan Wates, Kota Kediri, yang menjadi tokoh utama dalam peristiwa ini. Hatinya dikabarkan tersinggung dan tak kuasa menahan beban emosi usai bertengkar dengan sang menantu.

Tanpa membawa bekal yang cukup, ia nekat berjalan kaki menuju rumah anaknya yang berada di wilayah Togokan, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.

Namun, kondisi fisiknya yang rentan tak mampu menopang jarak tempuh yang jauh. Di tengah perjalanan, tepatnya saat melintas di wilayah Desa Ponggok, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar, Nenek Leginah terlihat sangat kelelahan. Naasnya, ia pun terjatuh dan tak mampu lagi melanjutkan langkahnya.

Baca Juga: Pusat Belanja Ramai, Kawasan Makam Bung Karno Blitar Justru Sepi Jelang Lebaran

Warga sekitar yang melihat kejadian tersebut segera memberikan bantuan dan melaporkan temuan ini kepada perangkat Desa Ponggok. Tanpa menunggu lama, perangkat desa langsung berkoordinasi dengan pihak berwajib, yakni Polsek Ponggok, Polres Blitar Kota.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian dengan sigap bergerak menuju lokasi. Mereka menemukan Nenek Leginah dalam kondisi lemas dan linglung.

Setelah diberikan pertolongan pertama dan memastikan kondisinya stabil, polisi menawarkan diri untuk mengantarkan perempuan paruh baya itu ke alamat tujuan yang sesungguhnya di Kecamatan Srengat.

Kasi Humas Polres Blitar Kota, AKP Samsul Anwar, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kejadian ini menjadi pengingat akan pentingnya komunikasi dan keharmonisan dalam keluarga.

“Ketegangan rumah tangga tak jarang menimbulkan dampak psikologis yang berat, terutama bagi para lansia yang secara fisik dan mental lebih rentan. Kami mengimbau agar setiap anggota keluarga dapat saling menjaga dan mengayomi,” ujar AKP Samsul Anwar.

Lebih lanjut, ia mengapresiasi kecepatan respons warga dan perangkat desa yang telah melapor. “Kehadiran perangkat desa dan kepolisian yang cepat tanggap setidaknya mampu mencegah tragedi yang lebih buruk di jalan raya. Beruntung beliau segera mendapat pertolongan,” pungkasnya.(Tos/serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *