Blitar, serayunusantara.com – PDI Perjuangan Kabupaten Blitar menggelar Musyawarah Anak Cabang (Musancab) secara serentak di 22 kecamatan pada Selasa (14/4/2026). Agenda ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi organisasi sekaligus penguatan mesin politik menghadapi agenda politik mendatang.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Deni Wicaksono. Dalam sambutannya, ia menyebut Kabupaten Blitar menjadi daerah pertama dari 14 kabupaten/kota di Jawa Timur yang melaksanakan Musancab tahap kedua.
Baca Juga: Figur Gerindra Ramaikan Bursa Ketum HIPMI, Kontestasi Menuju Munas XVIII Mulai Memanas
Menurutnya, penunjukan Blitar bukan tanpa alasan. Daerah ini dinilai sebagai salah satu basis kuat partai karena mampu meraih suara di atas 20 persen serta memiliki posisi strategis di tingkat eksekutif maupun legislatif.
Dalam pelaksanaan Musancab kali ini, PDIP Blitar juga menekankan pentingnya regenerasi kader. Susunan kepengurusan baru didominasi oleh generasi muda, dengan lebih dari 30 persen pengurus berasal dari kalangan usia di bawah 35 tahun, bahkan sebagian masih berusia 20-an.
“Di PDI Perjuangan, anak muda tidak hanya sekadar angka ikut atau pemanis struktur. Kami memberikan ruang nyata. Instruksi partai jelas: salah satu dari posisi KSB (Ketua, Sekretaris, Bendahara) di tingkat kecamatan wajib diisi oleh kader berusia di bawah 35 tahun. Di 22 kecamatan se-Kabupaten Blitar, syarat ini telah terpenuhi 100 persen,” tegas Deni.
Baca Juga: Politikus Gerindra Mujib Buka Front Perang Opini: Lawan Buzzer, Bela Prabowo, Kritik Regulasi Haji
Langkah ini dinilai sebagai upaya strategis untuk menjaga kesinambungan organisasi sekaligus menghadirkan semangat baru yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain itu, kebijakan tersebut juga mencerminkan komitmen partai dalam membuka ruang yang lebih luas bagi kader muda untuk berperan aktif dalam struktur kepemimpinan.
Melalui Musancab serentak ini, PDIP Blitar diharapkan mampu memperkuat soliditas internal serta meningkatkan kesiapan menghadapi berbagai agenda politik ke depan, dengan dukungan struktur organisasi yang lebih segar dan dinamis. (Jun)





















