Blitar, serayunusantara.com – Petani tebu di Kabupaten Blitar kini mulai merasakan manfaat dari program bantuan Kebun Benih Datar (KBD) yang digulirkan pemerintah pusat melalui Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian.
Program bantuan tersebut disalurkan melalui CV Lang Buana sebagai produsen sekaligus penyalur benih unggul bersertifikat, yang mencakup komoditas tanaman pangan, perkebunan, dan hortikultura. Perusahaan ini berbasis di Kabupaten Blitar, Jawa Timur.
Baca Juga: Dukung Swasembada Pangan, Babinsa Pohgajih Aktif Dampingi Petani Siapkan Lahan Sawah
Program ini bertujuan untuk mendorong terwujudnya swasembada gula nasional, sekaligus meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani tebu, khususnya di wilayah Blitar Selatan.
Salah satu penerima program, Subari, mengungkapkan bahwa cakupan lahan yang dikelolanya mencapai sekitar 270 hektare untuk kegiatan KBD, serta kurang lebih 1.200 hektare untuk program Bongkar Raton. Ia menambahkan, lahan tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Blitar Selatan, di antaranya Kecamatan Panggungrejo, Wonotirto, dan Bakung.
“Dalam pelaksanaannya, kami menerima varietas tebu unggulan Bululawang (BL) yang memiliki sejumlah kelebihan. Varietas ini mampu menghasilkan produktivitas tinggi, memiliki pertumbuhan sogolan atau tunas baru yang terus berkembang sehingga menambah bobot tebu saat panen, serta memiliki kadar gula atau rendemen yang tinggi,” ungkap Subari saat ditemui Kamis, (16/04/2026).
“Selain itu, varietas ini juga memiliki daya adaptasi yang luas di berbagai jenis tanah, dengan karakter fisik batang yang kuat dan berkualitas. Saat ini, usia tanaman bervariasi antara 3 hingga 6 bulan, dan sebagian besar telah diajukan untuk proses verifikasi,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan, bersama kelompoknya telah merencanakan tahap pengelolaan lanjutan yang akan dimulai pada Mei hingga Juni 2026, mencakup kegiatan penebangan sekaligus penanaman kembali.
“Dari sisi produksi, sejauh ini proses berjalan lancar dan relatif stabil. Kegiatan penggilingan dijadwalkan mulai berlangsung pada Mei. Sementara untuk program lanjutan, distribusi bantuan kepada petani akan dilakukan setelah tanaman mencapai usia ideal, yakni sekitar 6 hingga 8 bulan,” pungkasnya. (Jun)






















