Blitar, serayunusantara.com – Pemerintah Kota Blitar mengambil langkah cepat untuk mengatasi peningkatan volume sampah dengan merencanakan perluasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Ngegong. Kebijakan ini dilakukan sebagai upaya menjaga kapasitas tampung agar tetap memadai di tengah produksi sampah harian yang terus meningkat.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Blitar, Tri Iman Prasetyono, mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 pemerintah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp2 miliar untuk pengadaan lahan tambahan di sekitar kawasan TPA.
Baca Juga: Pemkab Blitar Bahas Distribusi Telur Broiler Bersama Pengusaha, Dorong Dukungan Pemerintah Pusat
“Fokus awal kami pada penambahan lahan agar kapasitas tetap terjaga. Prosesnya menyesuaikan mekanisme serta perkembangan harga tanah di sekitar area,” ungkapnya, Jumat (16/4/2026).
Ia menjelaskan, proses perluasan akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan serta nilai tanah di lokasi yang direncanakan. Langkah ini menjadi solusi jangka pendek guna memastikan pengelolaan sampah tetap terkendali.
Selain memperluas area TPA, Pemkot Blitar juga mulai mengkaji penerapan teknologi pengolahan sampah sebagai solusi jangka panjang. Salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah penggunaan insinerator oleh Dinas Lingkungan Hidup.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Pemkot Blitar Tunda Rekrutmen CPNS dan PPPK Tahun 2026
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, menegaskan bahwa persoalan sampah menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Ia menilai penanganan yang cepat dan terencana sangat penting untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.
“Penanganan sampah harus dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Perluasan TPA ini menjadi salah satu upaya konkret yang kami dorong,” katanya.
Menurutnya, peningkatan volume sampah tidak hanya membutuhkan solusi penampungan, tetapi juga inovasi dalam pengolahan agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
Baca Juga: Program “Polantas Menyapa”, Satlantas Polres Blitar Kota Tingkatkan Pelayanan Humanis di Samsat
Sebagai tambahan, pemerintah daerah juga mendorong kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya, seperti melalui pemilahan dan pengurangan penggunaan bahan sekali pakai. Upaya ini dinilai penting untuk menekan beban TPA di masa mendatang.
Dengan langkah kombinasi antara perluasan lahan dan pemanfaatan teknologi, Pemkot Blitar optimistis sistem pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif serta mampu menghadapi tantangan lingkungan ke depan. (San)

























