Blitar, serayunusantara.com – Penumpang kereta api di wilayah Jawa Timur bagian selatan mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan jalur ganda (double track).
Keberadaan jalur tunggal saat ini dinilai menghambat efisiensi waktu perjalanan, terutama bagi pengguna kereta api ekonomi yang sering tertahan lama untuk memberi jalan bagi kereta kelas eksekutif.
Keluhan tersebut salah satunya dirasakan oleh Ahamd Alfarizi, seorang penumpang di Stasiun Blitar. Saat ditemui pada Sabtu (14/2), Ilham mengaku harus menunggu hingga 40 menit di dalam rangkaian KA Dhoho hanya untuk menunggu persilangan dengan kereta lain dari arah berlawanan.
“Kami harus menunggu terlalu lama agar kereta bisa berjalan kembali. Hari ini saja saya tertahan 40 menit di Stasiun Blitar karena harus menunggu kereta lain lewat. Ini sangat menguras waktu,” ujar Ilham kepada awak media.
Menurut Ilham, keberadaan double track di jalur selatan Jatim sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk memangkas waktu tempuh rute Blitar–Surabaya. Tanpa jalur ganda, jadwal perjalanan kereta ekonomi sering kali tidak menentu karena harus mengalah pada prioritas kereta kelas di atasnya.
Ia menyebut masyarakat kini mendambakan kehadiran kereta kelas eksekutif yang lebih nyaman dan representatif untuk menjawab kebutuhan mobilitas yang tinggi.
“Masyarakat menginginkan rasa yang lebih nyaman. Keberadaan KA Dhoho dan Penataran saat ini dirasa kurang menjawab tuntutan warga secara luas,” kata Dewan Setyawan dalam kesempatan terpisah.
Masyarakat berharap PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan Kementerian Perhubungan dapat memberikan solusi nyata, baik dari sisi penambahan layanan kelas eksekutif maupun percepatan pembangunan infrastruktur jalur ganda di lintas selatan Jawa Timur guna meningkatkan standar pelayanan transportasi publik. (ke/ha)
























