Blitar, serayunusantara.com – Dugaan penyelewengan keuangan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Mandiri Desa Serang terbukti.
Hal itu disampaikan Humas Forum Pemuda Peduli Desa Serang Blitar (FPPSB), Imron Rosadi, usai menghadiri undangan Inspektorat Kabupaten Blitar untuk mendengarkan paparan hasil audit tim Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) atas tata kelola keuangan BUMDes tersebut.
“Ya, kami baru saja menghadiri undangan Inspektorat untuk mendengarkan paparan APIP terkait hasil audit. Ada 10 temuan yang diungkap, namun detailnya tidak dibuka. Inspektorat hanya menyampaikan adanya setoran berlebih kepada Pemerintah Desa (Pemdes) Serang,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga : Inspektorat Kabupaten Blitar Pastikan Hasil Audit BUMDes Serang Segera Disampaikan
Imron menambahkan, dari 17 tuntutan warga dalam musyawarah desa (Musdes) beberapa bulan lalu, Inspektorat mengelompokkan pengaduan ke dalam empat klaster: tata kelola pemerintahan desa, pengelolaan keuangan BUMDes, hal-hal yang perlu mendapat perhatian, serta isu kategori perhatian khusus.
“Rincian hasil audit memang belum disampaikan kepada kami. Namun, laporan tersebut akan diteruskan kepada pihak-pihak terkait, termasuk warga, Kejaksaan, Polres, pemerintah desa, hingga kecamatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Inspektorat Kabupaten Blitar, Rully Wahyu Prasetyowanto, menegaskan pihaknya belum dapat membuka rincian temuan ke publik. Ia menekankan kewenangan Inspektorat hanya sebatas melakukan audit, sedangkan keputusan akhir berada di tangan kepala daerah.
Baca Juga : Audit Maraton BUMDes Serang, Inspektorat Kabupaten Blitar Dalami Dugaan Kebocoran Tiket Pantai
Rully mengakui, tim APIP menemukan penyimpangan dalam laporan BUMDes Bina Usaha Mandiri Desa Serang, termasuk dalam pelaksanaan program-program desa yang sebelumnya diadukan masyarakat. Meski demikian, nilai atau besaran temuan belum dapat dibuka. Pengaduan warga mencakup tata kelola BUMDes khususnya terkait Pantai Serang kinerja perangkat desa, serta pelaksanaan program desa secara umum.
“Hasil pemeriksaan memang ada beberapa temuan, namun belum bisa kami sampaikan ke publik. Nanti pimpinan yang akan memberikan rekomendasi kepada para pihak atau auditi untuk dilakukan perbaikan,” pungkas Rully. (Jun)























