Peran PGRI Terhadap Guru Honorer di Blitar

Blitar, serayunusantara.com – Menurut wawacara yang telah kami lakukan kepada bapak slamet pramuji yang telat mengikuti organisasi PGRI sejak tahun 2003 sampai alasan utama beliau bergabung dalam organisasi PGRI adalah karena organisasi ini merupakan organisasi yang mudah dijangkau di lingkungan sekitar baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten.

Menurut bapak slamet “PGRI dari awal berdirinya sampai sekarang masih tetap eksis walaupun kadang kadang ada berita yang kurang nyaman. Namun yang jelas sampai sekarang pgri Adalah organisasi yang palingb efektif’’
bapak slamet menyabutkan beberapa manfaat utama dari pgri yaitu;

  1. PGRI selalu konsisten memperjuangkan kesejahteraan para anggotanya termasuk guru honorer yang statusnya masih belum tetap.
  2. Organisasi ini membangun kesolidan dan solidaritas di antara para guru sehingga tercipta ikatan professional yang kuat.
  3. Di era sekarang, guru sering menghadapi berbagai permasalahn hukum meskipun terkadang tidak disengaja pgri menyediakan layanan bantuan hukum untuk melindungi anggotanya yang terkena kasus atau masalah.
    Tantangan dalam berorganisasi.

Menurut bapak slamet,tidak ada kendala yang serius dalam bergabung dengan organisasi pgri. Namun dalam operasionalnya pgri membutuhkan dana untuk berbagai kegiatan seperti peringantan hari besar atau event event tertentu.

‘‘Sebagai anggota, kita juga harus memikirkan bagaimana organisasi ini bisa terus hidup.walaupun sedikit,kita harus punya kontribusi terhadap PGRI. Ada imbal balik pgri melindungi dan memeperjuangkan kita ,maka kita juga harus berkontribusi Ketika dibutuhkan. Yang paling pokok Adalah menjaga solidaritas, ‘‘ jelas beliau.

PGRI Sebagai Organisasi Profesi

Bapak Slamet menjelaskan bahwa profesi Adalah pekerjaan yang melalui tahapan Pendidikan tertentu dan diakui oleh pemerintahan dengan ditunjukkan melalui sertifikat atau ijazah.

‘‘Profesi itu tidak semta mata tentang Kemahiran contohnya saja seperti tukang yang mahir dalam pekerjaannya ,itu bukan profesi tetapi pekerjaan. Sedangkan dokter atau guru yang melalui tahapan Pendidikan formal dan mendapataakan ijazah itu namanya profesi,’’ jelas beliau.

Organisasi guru itu sebenarnya banyak, namun yang pertama dan paling awal berdiri adalah PGRI (Persatuan Guru Repupblik Indonesia). Setelah reformasi, pemerintah memberikan ruang seluas-luasnya untuk mendirikan atau bergabung dengan organisasi profesi gruru lainnya seperti PGMP (Persatuan Guru Mata Pelajaran), IGI (Ikatan Guru Indonesia), dan lain sejenisnya.

Harapan Untuk PGRI

Sebagai anggota PGRI, Bapak Slamet berharap organisasi ini semaki berkembang, semakin solid, dan yang tidak kalah pentingnya adalah PGRI terus memperjuangkan anggota-anggotanya, baik yang sudah mengajar di sekolah maupun yang masih manuntut ilmu untuk bisa mengabdi kepada nusa dan bangsa, khusunya menjadi guru.

‘‘Salah satu pencapaian PGRI adalah memperjuangkan guru honorer yang dulunya berstatus honorer menjadi p3k (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Alhamdulillah, sekarang banyak yang sudah menjadi P3K paruh waktu. Walaupun disebut paruh waktu, kedepannya saya yakin bahwa pgri akan terus memperjuangkan agar P3K ini bisa diangkat menjadi PNS,’’ harapan Bapak Slamet.

Remokendasi Untuk Guru Agar Aktif Berorganisasi

Bagi guru yang ingin aktif di PGRI, Bapak Slamet merekomendasiskan agar terlebih dahulu berkecimpung disekolah, karena PGRI adalah organisasi profesi guru.

“Tidak mungkin yang belum menjadi guru bisa menjadi anggota pgri. Waupun belum PNS atau ASN,jika sudah masuk di lingkungan sekolah. Insyaallah akan diperjuangkan. Pgri tidak pernah pilih kasih,selalu memperjungkan anggotanya,” tegasnya.

Menurut bapak slamet menjadi guru Adalah salah satu jalan untuk mengamalkan ilmu dan berkontribusi terhadap bangsa dan negara.oleh karena itu, calon guru harus berusaha masuk kesekolah dan bergabung dengan pgri.

Upaya PGRI Meningkatkan Mutu Guru

Salah satu komitmen PGRI Adalah meningkatkan mutu gruru.setiap satu bulan sekali dalam lingkup kecamatan, dilaksanakan KKG (kelompok kerja guru) yang dibagi menjaddi beberapa gugus. Diforum ini, para guru mendapatkan penambahan wawasan dan pengetahuan baru.

Selain itu, secara berkala anggota PGRI dikirim untuk mengikut pelatihan atau workshop.hasilnya kemudian disebarluaskan kepadaa rekan rekan guru lainnya.

‘‘tidak mungkin semua anggota dikirim,jadi diwakili beberapa orang saja dan nanti hasilnya bisa dibagikan kepada teman teman lain’’ Tutup Bapak Slamet.

PGRI memiliki peran yang sangat penting bagi guru honorer di blitar, mulai dari memperjuangkan, kesejahteraan,memeberikan perlindungan hukum, memupuk solidaritas, hingga meningkatkan kompetensi professional.

Perjuangan PGRI dalam mengankat status guru honorer menjadi P3K merupakan bukti nyata komitmen organisasi ini terhadap kesejahteraan anggotanya .

Penulis: Hindasuris Ekawati, Tutut Anggraheni, Lailatul Hanifah, Zahrotun Nafisah, Nisvi Zaidatunnur, Umi Sholihah

Catatan Redaksi: Artikel ini ditulis oleh Mahasiswa UNU Blitar untuk memenuhi tugas kuliahnya. Tidak ada proses edit yang berarti dalam artikel tersebut. Semua informasi dan kesalahan penulisan menjadi tanggungjawab penulis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *