Puluhan Siswa SMP Al Hijrah Ngawi Dilarikan ke Puskesmas dan RSU, Diduga Alami Keracunan

Ngawi, serayunusantara.com – RSUD dr Soeroto Ngawi dan sejumlah Puskesmas, sibuk sejak Sabtu pagi (4/2/2026). Tenaga kesehatan dengan cekatan merawat pelajar SMP Al Hijrah yang mengeluh pusing, mual dan muntah.

Serbuan siswi-siswi itu ke Puskesmas Padas, Puskesmas Ngawi Purba, Puskesmas Kasreman, RSU Geneng dan RSUD dr Soeroto. Sejumlah siswi pun harus diinfus untuk memulihkan kondisi mereka.

“Semalam sudah ada rasa mual dan makin parah pas tadi pagi,” ujar Syifa, salah satu siswi SMP Al Hijrah yang juga tinggal di asrama.

Ada dugaan keracunan yang menimpa para pelajar itu dari konsumsi menu MBG yang mereka santap pada Jumat sebelum tengah hari. Namun demikian juga sempat ada konsumsi makanan lain sejak Junat sore, malam hari dan Sabtu pagi.

Petugas Dinas Kesehatan pun mengambil sisa makanan MBG dan makanan lain, untuk diperiksa lebih lanjut.

Kepala Dinas Kesehatan Ngawi, dr. Heri Nur Fahrudin, menyatakan pihaknya mencatat ada 80 anak yang dirawat namun kini sebagian sudah membaik dan boleh pulang.

“Ada 80 anak yang mendapat penanganan dengan rincian di Puskesmas Ngawi Purba 12 anak, Puskesmas Kasreman 12 anak, Puskesmas Padas sebanyak 35 anak, RSUD dr Soeroto 16 anak dan RSU Geneng sebanyak 5 anak. Sebagia membaik dan menjalani observasi lanjutan dengan rawat jalan di rumah,” ungkap dr. Heri Nur Fahrudin.

Tindak lanjut dari peristiwa ini, Dinas Kesehatan Ngawi melakukan penanganan kedaruratan dan mengambil sample makanan.

Contoh makanan yang diambil adalah sisa MBG maupun makanan yang dikonsumsi anak-anak pondok pada Jumat malam dan Sabtu pagi.

“Dinkes juga akan segera melakukan penyuluhan kesehatan ke lokasi pondok,” tambah Kadinkes, Heri Nur Fahrudin.

Menu MBG yang dikonsumsi pelajar SMP Al Hijrah pada Jumat siang antara lain nasi, sayur, tahu crispy dan rolade goreng. Keterangan lain yang berhasil dihimpun, santri sempat makan malam dengan menu yang disediakan pondok berupa lele asem-asem dan oseng kulit sapi.

MBG hari Jumat itu sendiri merupakan kiriman SPPG di Prandon yang juga menyuplai 24 sekolah lainnya (total 25 sekolah). Sampai Sabtu petang, belum ada laporan ditemukan korban keracunan di sekolah lain yang juga mengkonsumsi menu MBG dari asal yang sama. (jok)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed