Ringkasan Berita:
- RUPS 2026 PT BPR Penataran Blitar fokus perkuat manajemen risiko, tata kelola, dan penyaluran kredit sehat untuk mendukung PAD dan ekonomi lokal.
- Bupati Blitar tekankan manajemen risiko dan GCG dalam RUPS BPR Penataran 2026 agar kredit bermasalah terkendali dan kontribusi PAD meningkat.
- PT BPR Penataran Blitar hadirkan strategi 2026: penguatan risiko, ekspansi kantor kas, layanan digital PASku, dan dukung pertumbuhan ekonomi lokal.
- RUPS 2026 BPR Penataran soroti tata kelola, manajemen risiko, dan penguatan UMKM untuk memastikan kredit sehat dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blitar.
- Dalam RUPS 2026, BPR Penataran Blitar menekankan kredit tepat sasaran, manajemen risiko terukur, dan peran strategis mendongkrak PAD serta kesejahteraan masyarakat.
Blitar, serayunusantara.com – Bupati Blitar Rijanto menegaskan pentingnya penguatan tata kelola perusahaan serta manajemen risiko dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun 2026 PT BPR Penataran Kabupaten Blitar (Perseroda) yang digelar di Ruang Candi Simping, Kantor Bupati Blitar, Rabu, kemarin.
Agenda tahunan tersebut dihadiri Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansyah, Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, jajaran staf ahli dan asisten, Kepala Bagian Perekonomian, Komisaris dan Direksi PT BPR Penataran, serta para pemegang saham.
Dalam arahannya, Rijanto mengapresiasi kinerja BPR Penataran yang dinilai menunjukkan tren pertumbuhan positif dari tahun ke tahun. Meski demikian, ia mengingatkan agar perusahaan daerah itu terus memperkuat prinsip good corporate governance (GCG) dan meningkatkan kehati-hatian dalam pengelolaan risiko, khususnya pada sektor penyaluran kredit.
Menurutnya, langkah tersebut penting guna menekan potensi kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) yang dapat berdampak pada kesehatan permodalan dan likuiditas perusahaan. Dengan manajemen risiko yang terukur dan sistem pengawasan internal yang kuat, BPR Penataran diharapkan mampu tumbuh lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Nuansa Ramadan 1447 H/ 2026 M Lengang di Jam Buka, Ritme Kota Blitar Diam-Diam Bergeser
Sementara itu, Direktur PT BPR Penataran Sahrial Amri memaparkan laporan keuangan tahun buku sebelumnya sekaligus rencana strategis 2026. Beberapa agenda prioritas yang disampaikan antara lain pemenuhan Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) sesuai regulasi, rencana pembukaan Kantor Kas di Sutojayan dan Kesamben, pengembangan aplikasi digital PASku melalui layanan QRIS dan fitur withdrawal, serta penguatan pembiayaan sektor UMKM.
Perseroan juga menargetkan stabilitas likuiditas tetap terjaga di tengah ekspansi usaha, seiring komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Wakil Bupati Beky Herdihansyah turut menyoroti perlunya penanganan optimal terhadap kredit bermasalah yang masih ada. Ia mendorong percepatan penyelesaian melalui langkah strategis, termasuk mekanisme lelang, agar perputaran modal kembali lancar dan penyaluran kredit semakin produktif.
Baca Juga: Bangkit dari Kerugian, BPR Penataran Blitar Bukukan Laba Rp1,8 Miliar dan Siap Perkuat PAD
Menutup arahannya, Rijanto menegaskan bahwa BPR Penataran memiliki peran strategis dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan penguatan ekonomi kerakyatan di Kabupaten Blitar.
“Kita ingin BPR Penataran tidak hanya sehat secara administratif dan keuangan, tetapi juga benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Perkuat manajemen risiko, jaga kepercayaan publik, dan pastikan setiap penyaluran kredit tepat sasaran serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan warga,” tegas Rijanto. (San/Jun)
























