Tulungagung, serayunusantara.com – Memasuki bulan suci Ramadan, beragam aktivitas produktif dilakukan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang menjelang berbuka puasa. Di salah satu sudut wilayah Kabupaten Tulungagung, sejumlah warga memilih menghabiskan waktu dengan menganyam atau menata batu alam menjadi kerajinan bernilai ekonomis, yang tidak hanya berfungsi sebagai pengisi waktu ngabuburit, tetapi juga menjadi sumber tambahan pundi-pundi rupiah.
Berdasarkan pantauan di lapangan pada Kamis (5/3/2026) siang, aktivitas ini dilakukan secara telaten oleh warga di teras rumah mereka. Kegiatan ini melibatkan pemilahan dan penataan potongan batu kecil di atas media tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai elemen dekorasi bangunan atau lantai.
Salimah, seorang ibu rumah tangga setempat, mengungkapkan bahwa kegiatan ini telah menjadi rutinitas yang digemari oleh banyak warga di lingkungannya. Selain tidak memerlukan tenaga fisik yang terlalu besar, pekerjaan ini dinilai sangat fleksibel dilakukan di sela-sela kesibukan mengurus rumah tangga maupun saat menjalankan ibadah puasa.
“Aktivitas semacam ini lumayan digemari, bahkan tak sedikit warga di lingkungan sini yang ikut mengerjakan. Hitung-hitung untuk menambah pundi rupiah sambil menunggu waktu berbuka puasa,” ujar Salimah saat ditemui di lokasi liputan, Kamis (5/3/2026).
Meskipun terlihat sederhana, pekerjaan ini merupakan bagian dari rantai produksi industri kreatif batu alam yang cukup masif di Tulungagung. Salimah menjelaskan bahwa bahan baku batu tersebut bukan miliknya pribadi, melainkan berasal dari distributor yang juga bertindak sebagai pengepul hasil jadi.
“Ini bukan punya saya sendiri, nanti ada semacam distributor sekaligus pengepul yang mengambil hasilnya. Jadi kami hanya mengerjakan proses penganyamannya saja,” tambahnya. (Fin)
























