Blitar, serayunusantara.com — Atmosfer syahdu menyelimuti Blitar Art Center pada Jumat (06/03/2026) malam. Perhelatan bertajuk “Ngobrol Musik” sukses menyatukan para musisi lokal kawakan Blitar dalam sebuah forum diskusi intim yang dipadukan dengan kemegahan visual pameran kaligrafi bertajuk “Ziarah Jiwa”.
Acara yang dimulai sejak pukul 19.30 WIB ini menjadi ruang temu lintas generasi bagi para pelaku seni di Bumi Bung Karno.
Kehadiran para musisi senior Blitar memberikan warna tersendiri, di mana mereka berbagi pengalaman mengenai pasang surut industri musik lokal serta pentingnya menjaga orisinalitas karya di tengah gempuran tren digital yang serba instan.
Sembari mendengarkan obrolan bernas, para pengunjung disuguhkan pemandangan artistik dari deretan karya dalam pameran kaligrafi “Ziarah Jiwa”.
Goresan huruf-huruf bermakna spiritual yang terpajang di dinding galeri seolah menjadi latar belakang yang sempurna, menciptakan harmoni antara nada dan rupa yang menenangkan batin.
Baca Juga: Pameran Kaligrafi di Art Center Blitar Jadi Ceruk Ekonomi Baru Seniman Lokal
Kemeriahan malam tersebut semakin lengkap dengan adanya sesi live music. Alunan instrumen yang dimainkan secara akustik menyusup di sela-sela karya kaligrafi, membawa audiens larut dalam suasana reflektif namun tetap apresiatif.
Kombinasi ini berhasil mengubah Blitar Art Center menjadi oase kebudayaan yang hidup dan dinamis.
Bima, salah satu pengunjung yang hadir, mengaku terkesan dengan konsep kolaborasi seni yang dihadirkan malam itu. Menurutnya, acara seperti ini sangat dibutuhkan untuk memperkuat ekosistem kreatif di Blitar.
“Malam ini luar biasa. Kita bisa belajar dari pengalaman para musisi senior sambil menikmati kedalaman makna dari karya-karya kaligrafi ‘Ziarah Jiwa’. Musiknya dapet, seninya dapet, dan diskusinya juga daging semua. Ini benar-benar ziarah jiwa yang nyata buat saya,” ungkap Bima dengan antusias.
Kegiatan “Ngobrol Musik” ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mampu menjembatani sekat-sekat antarseniman di Blitar.
Dengan berakhirnya acara pada tengah malam, Blitar Art Center kembali menegaskan posisinya sebagai titik temu penting bagi perkembangan intelektual dan estetika masyarakat lokal. (Fis/Serayu)
























