Blitar, serayunusantara.com — Suasana Alun-Alun Kota Blitar tampak lebih hidup pada Selasa (17/03/2026) sore. Kolaborasi seniman se-Blitar Raya menggelar aksi sosial bertajuk bagi-bagi takjil dan santunan anak yatim yang dimulai sejak pukul 16.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi potret nyata kepedulian para pekerja seni sekaligus menghadirkan hiburan gratis bagi warga yang tengah ngabuburit.
Agenda yang melibatkan berbagai komunitas lintas disiplin ini terselenggara dengan dukungan penuh dari Tim Penggerak (TP) PKK Kota Blitar.
Sebanyak 400 porsi takjil dibagikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, dibarengi dengan pemberian santunan kepada 15 anak yatim sebagai bentuk empati di bulan suci Ramadan.
Wali Kota Blitar, Syauqul Muhibbin, yang hadir langsung dalam acara tersebut memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif para seniman. Ia memandang dedikasi mereka tidak hanya terbatas pada karya estetika, tetapi juga menyentuh aspek sosial kemasyarakatan yang strategis bagi pariwisata daerah.
“Kegiatan ini baik tentunya, karena para seniman ini adalah magnet untuk menggait wisatawan untuk singgah ke Kota Blitar. Oleh karena itu, saya ucapkan terima kasih kepada seluruh seniman yang hadir atas dedikasinya untuk Kota Blitar,” ujar Syauqul Muhibbin.
Senada dengan Wali Kota, Ketua TP PKK Kota Blitar, Kharisa Rizqi Umami, mengungkapkan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang mendapat sambutan hangat dari warga. Ia berharap semangat kebersamaan ini terus terjaga demi kemajuan kota di masa depan.
Baca Juga: Pemkot Blitar Berlakukan WFA dan Amankan Kendaraan Dinas Jelang Libur Nyepi–Lebaran
“Alhamdulillah kegiatan berjalan dengan lancar mulai dari bagi takjil, musik, santunan anak yatim, dan kami dari TP PKK juga turut mengadakan pembagian takjil. Semoga dengan ini Kota Blitar menjadi lebih ramai dan maju ke depannya,” tutur Kharisa.
Di sisi lain, perwakilan seniman Blitar, Sadewa Maneges, menyebut momentum ini sebagai wadah silaturahmi bagi pelaku seni musik, tari, lukis, hingga teater. Ia pun menitipkan harapan agar pemerintah memberikan ruang dan perhatian lebih bagi potensi seni yang melimpah di Blitar.
“Komunitas seni tetap perlu diwadahi. Ada banyak potensi, mulai dari penyanyi, tari, pelukis, teater, dan lainnya. Kami berharap pemerintah ke depan dapat memberikan perhatian lebih agar kami bisa berkarya lebih baik untuk Kota Blitar,” tegas Sadewa.
Aksi ini diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan komunitas kreatif dalam membangun Kota Blitar yang harmonis, maju, dan berdaya saing melalui penguatan sektor seni budaya. (Fis/Serayu)























