Blitar, serayunusantara.com — Seiring dengan gencarnya program ketahanan pangan dan gerakan hidup sehat di awal tahun 2026, jagung kini semakin populer sebagai alternatif karbohidrat pengganti nasi putih.
Tidak hanya sebagai bahan pangan pokok cadangan, jagung dipilih karena kandungan nutrisinya yang kompleks dan manfaatnya yang besar bagi kesehatan jangka panjang, terutama dalam mengontrol kadar gula darah dan menjaga berat badan ideal, Kamis (08/01/2026).
Jagung memiliki keunggulan utama pada kandungan seratnya yang tinggi, yang memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga sangat efektif bagi masyarakat yang sedang menjalani program diet.
Selain itu, jagung kaya akan antioksidan seperti lutein dan zeaxanthin yang baik untuk kesehatan mata, serta memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan nasi putih, sehingga lebih aman bagi penderita diabetes.
Wahyuni (38), seorang ahli gizi yang sering memberikan penyuluhan kesehatan di wilayah Blitar, menjelaskan mengapa beralih ke jagung merupakan pilihan yang cerdas.
Menurutnya, jagung mengandung serat pangan yang luar biasa untuk pencernaan. Selain karbohidrat, jagung juga menyumbang vitamin B kompleks yang penting untuk metabolisme energi.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Pangan: Polres Blitar Gelar Panen Raya Jagung Serentak di Kuartal I 2026
“Jika masyarakat mulai mengombinasikan atau mengganti nasi dengan jagung, risiko obesitas dan penyakit metabolik bisa ditekan,” jelas Wahyuni.
Manfaat lain dari jagung adalah kandungan mineralnya seperti magnesium dan kalium yang mendukung kesehatan jantung serta fungsi saraf.
Dengan harga yang relatif lebih stabil dan ketersediaan yang melimpah di pasar-pasar lokal Blitar, jagung menjadi pilihan karbohidrat sehat yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat.
Masyarakat kini diimbau untuk lebih kreatif dalam mengolah jagung agar tidak membosankan saat dikonsumsi sehari-hari.
Dukungan dari pemerintah dalam mempromosikan diversifikasi pangan diharapkan mampu mengubah pola pikir warga bahwa sehat tidak harus mahal, dan sumber karbohidrat terbaik seringkali ada di sekitar kita. (Fis/Serayu)












