Blitar, serayunusantara.com — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Blitar terus memacu kualitas pelayanan administrasi kependudukan (Adminduk) melalui integrasi sistem digital dan layanan tatap muka yang humanis.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan warga Bumi Bung Karno mendapatkan kepastian waktu dan kemudahan dalam mengurus dokumen penting seperti KTP-el, Kartu Keluarga, hingga Akta Kelahiran, Selasa (03/03/2026).
Transformasi digital yang diusung Disdukcapil kini mulai dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat. Pola pelayanan yang kini lebih terukur dan minim pungli menjadi daya tarik utama bagi warga untuk mengurus sendiri dokumen kependudukannya tanpa melalui perantara.
Bima Yudistira (33), seorang warga dari Kelurahan Kepanjenkidul yang ditemui saat mengurus pembaruan Kartu Keluarga (KK), mengaku terkejut dengan perubahan signifikan dalam prosedur pelayanan.
“Dulu kalau urus surat-surat bayangan saya pasti ribet dan seharian. Tapi tadi saya coba pakai aplikasi dan datang ke sini tinggal verifikasi, ternyata cepat sekali. Petugasnya ramah dan yang paling penting tidak ada biaya tambahan sama sekali. Sangat transparan,” ujar Bima dengan raut puas.
Senada dengan Bima, Galih (23), seorang mahasiswa yang sedang mengurus aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), menyebut bahwa pelayanan di kantor Disdukcapil kini jauh lebih modern dan nyaman.
Menurutnya, fasilitas ruang tunggu yang memadai serta sistem antrean yang teratur membuat warga tidak perlu berdesakan.
“Proses aktivasi IKD saya tadi tidak sampai 10 menit selesai. Saya rasa ini kemajuan besar bagi Kota Blitar. Petugas juga sabar menjelaskan langkah-langkahnya bagi warga yang mungkin kurang paham teknologi. Jadi tidak ada alasan lagi buat warga malas mengurus Adminduk,” kata Saipudin.
Pihak Disdukcapil Kota Blitar terus berkomitmen untuk melakukan jemput bola dan menyosialisasikan layanan berbasis online agar kerumunan di kantor fisik dapat terus dikurangi.
Dengan pelayanan yang semakin ringkas, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat Blitar akan pentingnya kepemilikan dokumen kependudukan yang valid dapat meningkat secara signifikan. (Fis/Serayu)























