Banyuwangi, serayunusantara.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menjadikan pengelolaan sampah sebagai salah satu fokus utama pembangunan daerah. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pengembangan sistem pengolahan sampah sirkular melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) Balak di Kecamatan Songgon.
TPS3R Balak berdiri di atas lahan seluas 1,5 hektare dan mampu mengolah sampah hingga 84 ton per hari. Fasilitas ini mengadopsi teknologi modern yang mencakup proses pemilahan, pengolahan sampah organik dan anorganik, hingga konversi sampah menjadi bahan bakar alternatif atau Refuse Derived Fuel (RDF) yang dimanfaatkan industri.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Banyuwangi, Dwi Handayani, menjelaskan bahwa sistem pengelolaan di TPS3R Balak dirancang agar sampah rumah tangga dapat tertangani secara menyeluruh, mulai dari sumber hingga tahap akhir pengolahan. Teknologi yang digunakan juga bertujuan meminimalkan residu serta mencegah timbulnya bau.
Saat ini, TPS3R Balak melayani pengangkutan sampah dari 64 desa yang tersebar di 10 kecamatan. Setiap hari, petugas melakukan pengambilan sampah langsung dari lingkungan warga.
Seluruh sampah yang masuk dipilah menggunakan mesin konveyor menjadi kategori organik dan anorganik. Operasional TPS3R Balak didukung oleh sekitar 120 tenaga kerja yang merupakan warga setempat.
Baca Juga: Desa Wisata Kemiren Banyuwangi Dorong Perekonomian Warga, Generasi Muda hingga Lansia Ikut Produktif
Sampah anorganik bernilai ekonomis seperti botol dan gelas plastik, kertas, serta dupleks dipres dan disalurkan ke industri daur ulang. Sementara itu, sampah anorganik yang tidak memiliki nilai jual, seperti plastik sachet, diolah menjadi RDF yang ramah lingkungan. RDF hasil olahan TPS3R Balak bahkan telah dikirim dalam jumlah puluhan ton ke Gresik untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri semen.
Adapun sampah organik diolah menjadi kompos dengan metode window komposting. Cairan lindi yang dihasilkan dari proses tersebut diolah melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL) agar tidak mencemari lingkungan.
Menurut Dwi Handayani, pengelolaan sampah di TPS3R Balak dilakukan tanpa menyisakan residu. Jika masih terdapat sisa, sampah langsung diangkut ke tempat pemrosesan akhir tanpa menumpuk di TPS3R.
Ke depan, pemerintah daerah juga berencana membangun TPS3R baru di kawasan Sobo, Banyuwangi. TPS3R Sobo akan berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektare dengan kapasitas pengolahan sekitar 45 ton sampah per hari, khusus melayani wilayah Kecamatan Banyuwangi. Pembangunan tersebut juga akan dilengkapi dengan perbaikan drainase dan infrastruktur pendukung seperti akses jalan.
Keberadaan TPS3R Balak dirasakan manfaatnya oleh warga sekitar. Salah satu warga Desa Balak, Kikit, mengaku kini masyarakat semakin terbiasa memilah sampah sejak dari rumah, menggantikan kebiasaan lama membakar sampah. Dengan iuran sebesar Rp10 ribu per bulan, warga mendapatkan layanan pengelolaan sampah yang dinilai bersih, rapi, dan minim bau. (Ke/ha)























