Blitar, serayunusantara.com — Wedang ronde menjadi salah satu minuman tradisional yang tak pernah lekang oleh waktu di Blitar.
Kehangatan kuah jahe berpadu dengan manisnya ronde berbahan ketan menjadikan minuman ini primadona di malam hari, terutama saat cuaca dingin atau ketika tubuh membutuhkan kehangatan alami.
Di berbagai sudut kota, wedang ronde hadir bukan sekadar penghilang dahaga, tetapi juga sebagai bagian dari tradisi kuliner yang melekat dalam keseharian masyarakat.
Wedang ronde sendiri merupakan minuman khas Jawa yang terdiri dari kuah jahe, gula, dan isian seperti ronde (bola ketan berisi kacang), kacang tanah sangrai, kolang-kaling, hingga roti tawar yang dipotong kecil.
Kombinasi bahan tersebut memberikan sensasi hangat, manis, dan lembut yang sulit ditolak.
Baca Juga: Ngopi Malam untuk Relaksasi: Temani Kreativitas dan Waktu Santai
Di Blitar, sejumlah penjual mempertahankan cita rasa wedang ronde khas rumahan yang autentik, sehingga minuman ini tidak hanya enak tetapi juga memiliki nilai nostalgia.
Keistimewaan wedang ronde terletak pada kuah jahenya yang aromatik. Jahe yang digunakan biasanya diolah dengan cara digeprek dan direbus cukup lama, menghasilkan rasa pedas hangat yang alami.
Beberapa penjual di Blitar menambahkan daun pandan atau sereh untuk memperkuat aroma, sementara yang lain tetap mempertahankan racikan klasik tanpa tambahan bahan lain.
Ronde yang legit dan lembut juga menjadi kunci kelezatan, terutama ketika berisi kacang tumbuk manis yang menciptakan tekstur unik.
Di Blitar, wedang ronde sering menjadi pilihan warga untuk menemani percakapan malam. Tidak jarang tempat-tempat ronde dipenuhi para pembeli yang datang bersama keluarga, pasangan, hingga rombongan teman.
Suasana hangat inilah yang membuat wedang ronde memiliki daya tarik lebih dari sekadar minuman. Kehadirannya menjadi ruang interaksi sosial yang sederhana namun penuh makna.
Menurut salah satu penikmat wedang ronde di Blitar, Nanda (22), minuman ini selalu membawa ketenangan tersendiri.
“Kalau malam-malam dingin, minumnya wedang ronde itu rasanya di badan hangat, bikin badan enak juga,” ujarnya sambil menikmati semangkuk ronde hangat.
Selain menjadi minuman pelepas dingin, wedang ronde juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Kandungan jahe dikenal dapat meningkatkan daya tahan tubuh, menghangatkan perut, dan meredakan gejala masuk angin.
Itulah sebabnya banyak warga Blitar menjadikannya pilihan ketika merasa kurang fit atau sekadar ingin memanjakan diri dengan minuman tradisional menyehatkan. (Fis/Serayu)













