Blitar, serayunusantara.com – Arus kunjungan wisatawan ke Masjid Ar-Rahman Kota Blitar, salah satu destinasi wisata religi yang tengah naik daun, telah membawa berkah ekonomi bagi masyarakat sekitar, termasuk para juru parkir dan pedagang kecil.
Peningkatan jumlah peziarah yang signifikan, terutama pada momen libur atau akhir pekan, membuat pendapatan mereka ikut terangkat.
Fenomena ini terjadi di tengah upaya Pemerintah Kota Blitar yang sedang gencar melakukan penataan ulang area parkir untuk mengatasi masalah kemacetan dan tarif parkir liar yang sempat viral beberapa waktu lalu.
Meskipun solusi parkir terpusat mulai disiapkan, titik-titik parkir swasta dan warung di sekitar masjid tetap menjadi tumpuan rezeki.
“Alhamdulillah, kalau hari libur begini pemasukan bisa naik dua kali lipat dibanding hari biasa,” ujar Drajat, salah satu juru parkir di dekat kawasan Masjid Ar-Rahman, Sabtu (11/10/2025).
“Sejak masjid ini ramai, kami jadi punya penghasilan tetap. Meskipun sempat ada ribut-ribut soal tarif, sekarang kami berupaya lebih tertib dan memberikan layanan terbaik.” tambahnya.
Baca Juga: Dari Cangkir ke Nada: Kopi Patria Hadirkan Ruang Kreatif untuk Musisi Muda Blitar
Dampak positif keramaian ini juga dirasakan oleh para pedagang makanan dan suvenir di sekitar lokasi parkir.
Mereka mengakui bahwa wisatawan yang turun dari kendaraan kerap mampir untuk beristirahat atau membeli oleh-oleh, menghasilkan omzet yang lumayan.
“Kalau parkiran ramai, pasti warung saya ikut ramai. Kebanyakan bus atau rombongan itu kan istirahat di sini sebelum atau sesudah ziarah,” kata Ida, seorang pedagang makanan di area parkir alternatif. (Fin/serayu)













