Surabaya, serayunusantara.com – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiagakan langkah mitigasi khusus guna menghadapi potensi cuaca ekstrem selama periode mudik dan balik Lebaran 1447 H.
Salah satu strategi utama yang disiapkan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menekan risiko curah hujan tinggi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Jatim, Gatot Soebroto, menjelaskan bahwa rencana ini merupakan tindak lanjut dari koordinasi lintas sektoral bersama aparat keamanan dan instansi terkait.
Langkah ini juga selaras dengan instruksi Gubernur Jawa Timur untuk mewaspadai sisa musim hujan yang masih berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
“Dalam rapat koordinasi bersama stakeholder, termasuk dengan jajaran Kepolisian Daerah Jawa Timur, disampaikan bahwa kita harus mengantisipasi kemungkinan curah hujan tinggi dan cuaca ekstrem pada sisa musim hujan ini,” ujar Gatot Soebroto, Minggu (15/3/2026).
Baca Juga: Bupati Jember Bersama Tim PU dan BPBD Jatim Turun Cek Infrastruktur Rusak dan Cek Korban Banjir
Operasi modifikasi cuaca ini rencananya akan dilaksanakan selama 10 hari, terhitung mulai 16 Maret hingga 26 Maret 2026. Periode ini dipilih karena bertepatan dengan puncak pergerakan masyarakat saat arus mudik dan balik.
Gatot menambahkan, intervensi cuaca sangat penting untuk wilayah dengan kondisi tanah yang sudah jenuh akibat hujan dalam beberapa bulan terakhir. Hal ini bertujuan mencegah terjadinya bencana yang dapat memutus jalur transportasi atau merusak permukiman warga.
“Jangan sampai ketika masyarakat sedang melakukan perjalanan mudik atau meninggalkan rumah, justru terjadi hujan ekstrem yang memicu longsor maupun banjir,” jelasnya.
Selain modifikasi cuaca, BPBD Jatim telah menyusun skenario penanganan darurat. Koordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) dan dinas pekerjaan umum telah dilakukan untuk memastikan alat berat siaga di titik rawan longsor.
“Kalau terjadi longsor, alat berat dari PU baik pusat, provinsi maupun kabupaten/kota bisa langsung diturunkan. Begitu juga jika ada tanggul jebol, penanganan darurat bisa segera dilakukan,” tegas Gatot. (Ko)






















