Blitar, serayunusantara.com — Banyak orang menganggap remeh rasa haus dan lebih memilih mengonsumsi minuman manis daripada air putih.
Padahal, kurangnya asupan air putih secara rutin dapat memicu berbagai gangguan kesehatan serius, mulai dari penurunan konsentrasi hingga risiko gagal ginjal kronis dalam jangka panjang.
Suster Maya, seorang perawat senior di layanan kesehatan masyarakat Blitar, mengungkapkan sering menemukan pasien dengan keluhan sakit pinggang dan infeksi saluran kemih akibat kurang minum.
Ia mengatakan, air putih adalah pelarut alami tubuh. Saat kita kurang minum, urin menjadi sangat pekat, dan racun-racun yang seharusnya dibuang justru mengendap menjadi batu ginjal.
“Banyak anak muda sekarang yang dehidrasi kronis karena lebih suka boba atau kopi daripada air mineral,” ujar Maya.
Baca Juga: Manfaat Wedang Uwuh Makin Dilirik Saat Musim Hujan
Selain masalah ginjal, dehidrasi ringan juga berdampak pada fungsi otak. Saat otak kekurangan cairan, volume darah menurun, sehingga oksigen yang sampai ke kepala berkurang.
“Itulah mengapa orang yang kurang minum sering merasa pusing, lemot, dan mudah lelah. Kami menyarankan minimal 2 liter sehari, atau lebih jika beraktivitas di bawah terik matahari pesisir Blitar,” imbuh Maya.
Kebiasaan sederhana membawa botol minum sendiri ke mana pun pergi adalah langkah awal yang sangat krusial bagi kesehatan jangka panjang. (Fis/Serayu)

























