Bandara Internasional Dhoho Kediri Siap Beroperasi

Proyek Bandara Internasional Dhoho Kediri garapan PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE)

Kediri, serayunusantara.com Pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) telah mencapai puncak keberhasilan dengan progres 100 persen. Capaian ini disertai dengan penyelesaian kalibrasi oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, menandai tahap krusial sebelum serangkaian penilaian keselamatan dan keamanan penerbangan.

Akhmadi Tricahyono, Direktur Operasi II WEGE, menegaskan prestasi bersejarah proyek ini dengan penerapan teknologi mutakhir seperti Building Information Modelling (BIM). “Bandara Dhoho Kediri adalah tonggak bersejarah bagi WEGE, dibangun dengan standar tertinggi,” ujar Akhmadi, seperti dilansir dari laman ANTARA.

Proyek monumental senilai Rp1,82 triliun, dimulai pada tahun 2022, menandai keberhasilan sebagai proyek bandara pertama dengan pembiayaan swasta murni melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU). WEGE, sebagai pemimpin konstruksi, menegaskan komitmennya dalam meningkatkan standar industri konstruksi di Indonesia.

Bandara Dhoho Kediri memiliki landasan pacu 3.300 m x 45 m, mampu menangani pesawat terbesar B777-300ER, serta gedung terminal seluas 18.224-meter persegi. Uji coba pendaratan pesawat dijadwalkan akhir Desember 2023, sementara pra operasi bandara dengan tes take off dan landing beberapa pesawat direncanakan pada awal Desember ini.

Baca Juga: Persik Kediri Protes Wasit dalam Laga Lawan PSM Makassar yang Dinilai Tak Tegas

Dengan kapasitas terminal 1,5 juta penumpang per tahun, Bandara Dhoho akan terus berkembang hingga mencapai 4,5 juta penumpang per tahun pada tahap 2. Kapasitas ultimate mencapai 10 juta penumpang per tahun, menjadikannya potensial untuk melayani penerbangan umroh dan haji, yang akan dikelola oleh PT Angkasa Pura I (Persero).

Menjelang pengoperasian Bandara Kediri, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Jumat (8/12), menyaksikan langsung proses kalibrasi bandara yang tengah dilakukan Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Udara. “Kalibrasi adalah tahap awal dari assessment suatu bandara, yang akan dilanjutkan dengan sejumlah assessment lainnya terkait keselamatan dan keamanan penerbangan,” tutur Menhub.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama dengan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana turut meninjau langsung kesiapan operasional Bandara Dhoho Kediri pada Jumat (1/12). Dia menyambut positif kehadiran Bandara Dhoho sebagai dorongan besar bagi wilayah sekitar, khususnya Kediri Raya atau Mataraman. (antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *