Beras curah atau beras tanpa merek yang dijual di salah satu lapak Pasar Templek, Kota Blitar. (Foto: Reyda Hafis/serayunusantara.com)
Blitar, serayunusantara.com — Beras tanpa merek atau beras yang dijual langsung dari petani tetap diminati pembeli di lapak-lapak Pasar Templek. Meski tanpa kemasan dan label dagang, beras jenis ini banyak dicari karena harganya lebih terjangkau dibanding beras bermerek di pasaran.
Pantauan di lapak penjual beras di Pasar Templek pada Sabtu (21/2/2026), sejumlah pembeli terlihat memilih beras curah yang ditata dalam karung besar. Beras tersebut dijual tanpa label, namun kualitasnya dinilai tidak kalah dengan produk kemasan.
Bu Ratri, salah satu penjual beras di Pasar Templek, mengatakan permintaan beras tanpa merek masih stabil. “Banyak yang pilih beras ini karena harganya lebih murah. Selisihnya bisa beberapa ribu rupiah per kilogram dibanding yang bermerek,” ujarnya.
Menurutnya, beras yang dijual berasal langsung dari petani di wilayah sekitar sehingga harga bisa ditekan. Proses distribusi yang lebih singkat membuat biaya tambahan seperti pengemasan dan pemasaran tidak terlalu besar.
Baca Juga: Harga Bersahabat, Sayuran Segar Jadi Daya Tarik Utama Lapak Pasar
Pembeli umumnya merupakan warga sekitar pasar yang sudah menjadi pelanggan tetap. Mereka menilai beras curah lebih hemat untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Dengan harga yang lebih bersahabat dan pasokan yang relatif lancar, beras tanpa merek dari petani diperkirakan masih akan menjadi pilihan utama sebagian masyarakat, khususnya di Pasar Templek.(Fis/Ha)


















