Blitar, serayunusantara.com — Memasuki bulan suci Ramadhan, suasana sore di kawasan Pasar Templek Kota Blitar berubah menjadi pusat keramaian yang ikonik.
Ribuan warga dari berbagai sudut kota hingga pinggiran kabupaten tampak memadati ruas jalan sepanjang pasar untuk melakukan tradisi “ngabuburit” sembari berbelanja aneka kebutuhan buka puasa dan sahur.
Pasar yang berlokasi di pusat kota ini menjadi pilihan utama warga karena kelengkapan dan harganya yang dikenal miring. Sejak pukul 15.00 WIB, arus lalu lintas di sekitar area pasar mulai padat merayap oleh kendaraan roda dua maupun pejalan kaki yang antusias menyisir lapak-lapak pedagang musiman yang berderet rapi.
Daya tarik utama warga Blitar berbelanja di Pasar Templek saat sore hari adalah melimpahnya variasi takjil tradisional. Mulai dari kolak pisang, es buto ijo, jenang gerendul, hingga berbagai macam gorengan dan lauk pauk matang tersedia dengan harga yang sangat terjangkau.
Baca juga: 11 Keutamaan Ibadah Puasa Ramadan yang Membawa Berkah bagi Umat Islam
Bagi banyak warga, berbelanja sore di sini bukan sekadar memenuhi kebutuhan pangan, melainkan sudah menjadi bagian dari ritual sosial tahunan.
“Setiap Ramadhan pasti ke sini. Selain pilihannya banyak, suasananya itu yang khas. Kita bisa dapat sayuran segar untuk sahur sekaligus beli jajanan buat buka puasa dalam satu lokasi,” ujar salah satu warga yang tengah mengantre di lapak minuman segar, Selasa (10/03/2026).
Geliat ekonomi di Pasar Templek ini pun membawa berkah tersendiri bagi para pedagang lokal. Banyak warga sekitar yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk membuka lapak dadakan.
Omzet para pedagang dilaporkan meningkat signifikan dibandingkan hari biasa, seiring dengan tingginya daya beli masyarakat yang cenderung lebih konsumtif saat waktu berbuka tiba.
Pemerintah kota melalui dinas terkait juga tampak melakukan pengaturan lalu lintas dan penataan parkir di sekitar lokasi guna memastikan kenyamanan warga. Meski berdesakan, keceriaan terpancar dari wajah para pemburu takjil yang tetap sabar menanti giliran dilayani oleh pedagang.
Melalui fenomena belanja sore ini, Pasar Templek kembali membuktikan perannya sebagai urat nadi ekonomi kerakyatan di Kota Blitar. Tradisi ini diharapkan dapat terus mempererat interaksi sosial antarwarga sekaligus memberikan dampak kesejahteraan yang nyata bagi para pelaku usaha mikro di Bumi Bung Karno. (Fis/Serayu)


















