Tulungagung, serayunusantara.com – Bupati Tulungagung, H. Gatut Sunu Wibowo, memberikan pengarahan penting terkait kedisiplinan kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN).
Dalam acara Santapan Rohani yang digelar di Pendopo Kongas Arum Kusumaning Bongso, Bupati menyoroti pentingnya menjaga loyalitas kerja selama bulan puasa.
Pengarahan ini diberikan di hadapan Wakil Bupati, jajaran Forkopimda, serta Kepala Perangkat Daerah di lingkup Pemkab Tulungagung.
Bupati menekankan bahwa Ramadan seharusnya menjadi pemicu semangat untuk bekerja lebih baik, bukan sebaliknya.
Menurut Bupati, status sebagai abdi negara menuntut profesionalisme yang tinggi dalam segala kondisi. Pelayanan terhadap masyarakat tidak boleh terganggu atau mengalami penurunan kualitas hanya karena adanya penyesuaian jam kerja selama bulan suci.
Baca Juga: Jalur Maut Pantai Prigi Tulungagung Kembali Telan Korban, Avanza dan Truk Mitsubishi Adu Banteng
Dalam arahannya, ia meminta para ASN untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri. Bupati ingin setiap pegawai merenungkan sejauh mana kontribusi mereka terhadap kemajuan daerah, terutama dalam memberikan pelayanan publik yang cepat dan tepat sasaran.
Ia juga mengingatkan bahwa bekerja dengan tulus adalah bagian dari ibadah. Oleh karena itu, rasa lapar dan dahaga saat berpuasa seharusnya dimaknai sebagai ujian kesabaran yang akan menambah nilai keberkahan dalam setiap tugas kedinasan yang diselesaikan.
Bupati tidak ingin mendengar adanya keluhan dari masyarakat mengenai lambatnya urusan administratif di kantor-kantor pemerintahan. Ia berkomitmen untuk terus memantau kinerja setiap instansi guna memastikan Standar Operasional Prosedur (SOP) tetap dijalankan dengan disiplin.
“Jangan jadikan lapar dan dahaga sebagai alasan mengurangi kinerja. Justru jadikan puasa sebagai dorongan meningkatkan produktivitas. Setiap tugas yang dilaksanakan dengan niat tulus akan bernilai ibadah dan pahalanya dilipatgandakan,” tegas Bupati Gatut Sunu pada Jumat (27/2/2026).
Selain etos kerja, Bupati juga menitipkan pesan agar para ASN menjadi teladan dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di lingkungan masing-masing. Sebagai motor penggerak birokrasi, ASN diharapkan mampu membawa kesejukan dan memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial.
Baca Juga: Jalur Maut Pantai Prigi Tulungagung Kembali Telan Korban, Avanza dan Truk Mitsubishi Adu Banteng
Melalui penguatan mental lewat kegiatan Santapan Rohani ini, diharapkan integritas ASN Tulungagung semakin kokoh. Ramadan diharapkan menjadi titik transformasi bagi setiap individu untuk menjadi pelayan masyarakat yang lebih jujur, berintegritas, dan penuh loyalitas. (Jun)
























