Tulungagung, serayunusantara.com – Jalur rawan kecelakaan di kawasan Pantai Prigi kembali memakan korban. Insiden lalu lintas terjadi pada Kamis siang (19/02/2026) di Desa Tulungrejo, Kecamatan Besuki, tepatnya di depan Showroom Mobil Kacunk Tiga. Kecelakaan tersebut melibatkan sebuah Toyota Avanza berwarna hitam dan truk Mitsubishi.
Benturan keras membuat bagian depan minibus hancur berat. Pengemudinya yang telah berusia lanjut mengalami luka serius dan harus mendapatkan penanganan medis intensif.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Toyota Avanza bernomor polisi AG 1543 TE yang dikemudikan M.S. (70), warga Srikaton, Ngantru, melaju dari arah Tulungagung menuju Bandung. Namun setibanya di lokasi kejadian, kendaraan diduga kehilangan kendali hingga melebar ke jalur berlawanan.
Baca Juga: Dikerubungi Monyet saat Hendak Turun, Tiga Pendaki Gunung Budeg Dievakuasi Damkar Tulungagung
Pada saat bersamaan, truk Mitsubishi bernopol AG 9163 R yang dikemudikan Z.A. (40) melintas dari arah berlawanan. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan frontal pun tidak dapat dihindari. Dentuman keras akibat benturan sempat mengejutkan warga sekitar dan pengguna jalan lainnya.
Petugas kepolisian segera melakukan evakuasi terhadap korban. Pengemudi Avanza ditemukan dalam kondisi mengalami patah tulang lengan kanan, luka robek di bagian kepala, serta trauma dada akibat benturan dengan kemudi.
Korban kemudian dilarikan ke RSUD dr. Iskak untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara itu, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan telah diamankan sebagai barang bukti.
Baca Juga: Puting Beliung Terjang 15 Rumah di Desa Ketanon Tulungagung
Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP M. Taufik Nabila, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kecelakaan adalah faktor kurangnya konsentrasi saat berkendara.
Ia juga memberikan imbauan khusus kepada para pengemudi lanjut usia agar tidak memaksakan diri apabila kondisi fisik sudah menurun.
“Keselamatan di jalan sangat bergantung pada fokus dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Jika kondisi tubuh tidak prima, sebaiknya tidak memaksakan diri karena risiko membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lain sangat besar,” tegasnya. (jun/guh)


















