Batu, serayunusantara.com – Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) resmi menggandeng Pemerintah Kota Batu untuk mematangkan implementasi program Perintis Berdaya Connect.
Langkah strategis ini diawali dengan kunjungan kerja intensif selama dua hari oleh Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran ke berbagai titik vital di Kota Batu, termasuk Gedung PLUT K-UMKM serta sejumlah sentra kerajinan lokal.
Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah pertemuan antara Leontinus Alpha Edison selaku Deputi Kemenko PM dengan Wali Kota Batu, Nurochman.
Baca Juga: ASN yang Purna Tugas di Kota Batu Dilepas, Mereka Dapat Penghargaan
Dalam diskusi tersebut, Leontinus memaparkan bahwa inisiatif ini merupakan kerangka kerja komprehensif yang bertujuan menekan angka kemiskinan melalui penguatan ekonomi rakyat.
“Perintis Berdaya Connect kami desain sebagai layanan terpadu yang menghubungkan UMKM, koperasi, ekonomi kreatif, serta pekerja migran dengan pelatihan, pendampingan, pencocokan bisnis, dan akses pembiayaan,” ungkap Deputi Leontinus.
Gayung bersambut, Pemerintah Kota Batu menyatakan kesiapan penuhnya untuk menjadi percontohan nasional dalam pelaksanaan ekosistem wirausaha ini. Wali Kota Batu, Nurochman, menilai program ini selaras dengan konsep kolaborasi hexa-helix yang melibatkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, media, komunitas, hingga masyarakat luas.
“Kami merasa senang karena apa yang disampaikan hari ini adalah wujud dari impian yang kami tuangkan dalam Visi Misi MBATU SAE. Kami siap jika Kota Batu dijadikan sebagai contoh daerah untuk program Kemenko PM,” tegas sosok yang akrab disapa Cak Nur tersebut pada Rabu, 11 Februari 2026.
Baca Juga: ASN yang Purna Tugas di Kota Batu Dilepas, Mereka Dapat Penghargaan
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Asisten Daerah II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Batu, M. Chori, ditunjuk untuk mengawal koordinasi teknis. Fokus utamanya adalah memastikan tidak adanya tumpang tindih kebijakan antara pusat dan daerah.
“Hal ini dilakukan melalui identifikasi layanan pengembangan usaha masyarakat yang sudah ada di Kota Batu, Sehingga program Perintis Berdaya Connect dapat berjalan efektif tanpa mengulang program yang sudah berjalan,” ungkap M. Chori.
Tidak hanya dari sisi birokrasi, aspirasi dari akar rumput juga diserap melalui diskusi bersama komunitas kreatif seperti Batu Creative Hub dan Petani Muda Berjaya. Ketua Komite Ekraf Agrokreatif Kota Batu, M. Anwar, menyebut momen ini sebagai upaya “belanja masalah” untuk memahami tantangan nyata di lapangan.
Target besarnya adalah melakukan business matchmaking yang mampu mengangkat potensi lokal ke level nasional bahkan internasional. Anwar optimis bahwa kolaborasi ini akan memuluskan jalan bagi Kota Batu dalam meraih predikat Kota Kreatif Kuliner tingkat nasional hingga menjadi Kota Kreatif Gastronomi Dunia, sesuai dengan garis besar visi “Mbatu SAE”.
“Program kolaborasi ini diproyeksikan sebagai bagian dari menyongsong Kota Batu menuju Kota Kreatif Kuliner Ievel Indonesia dan Kota Kreatif Gastronomi Dunia sesuai visi Mbatu SAE,” tandasnya. (dani/ha)













