Blitar, serayunusantara.com — Stabilitas keamanan di area publik kembali menjadi sorotan setelah mencuatnya kasus dugaan kekerasan secara bersama-sama di wilayah hukum Polres Blitar Kota.
Seorang pemuda dilaporkan telah mendatangi kantor polisi untuk melaporkan insiden pengeroyokan yang dialaminya di kawasan Stadion Gelora Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Laporan resmi ini menjadi langkah hukum korban guna menuntut keadilan atas tindakan kekrasan yang menimpanya, Kamis (02/04/2026).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa nahas tersebut terjadi saat korban tengah berada di area stadion yang biasanya menjadi pusat aktivitas olahraga dan santai warga.
Tanpa alasan yang jelas, korban diduga didatangi oleh sekelompok orang yang kemudian melakukan tindakan kekerasan secara fisik. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami sejumlah luka di beberapa bagian tubuhnya dan sempat mendapatkan perawatan medis.
Motif di balik pengeroyokan ini masih menjadi teka-teki dan dalam tahap penyelidikan mendalam oleh pihak kepolisian.
Korban, didampingi pihak keluarga dan saksi kunci, telah menyerahkan sejumlah bukti permulaan, termasuk hasil visum dari rumah sakit untuk memperkuat laporan dugaan tindak pidana pengeroyokan tersebut.
Kasi Humas Polres Blitar Kota membenarkan adanya laporan masuk terkait dugaan penganiayaan secara bersama-sama di wilayah Nglegok.
Pihak kepolisian menegaskan akan menindaklanjuti laporan tersebut secara profesional dan transparan. Saat ini, tim penyidik tengah melakukan pengumpulan keterangan dari saksi-saksi di lokasi kejadian serta mencari rekaman CCTV di sekitar stadion guna mengidentifikasi para pelaku.
“Pemuda diduga korban pengeroyokan di Stadion Gelora Penataran Nglegok melapor ke polisi. Kami sudah menerima laporannya dan saat ini anggota di lapangan sedang bekerja untuk melakukan pendalaman,” ungkap perwakilan kepolisian.
Insiden ini memicu kekhawatiran warga sekitar terkait keamanan di fasilitas umum, terutama saat kondisi mulai sepi. Masyarakat berharap kepolisian segera menangkap para pelaku untuk memberikan efek jera serta mengembalikan rasa aman bagi pengunjung Stadion Gelora Penataran.
Pihak keluarga korban berharap agar proses hukum berjalan cepat dan para pelaku dapat segera mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan pengadilan. Kasus ini kini menjadi perhatian publik di Blitar, mengingat stadion merupakan fasilitas publik yang seharusnya steril dari tindakan premanisme dan kekerasan. (Fis/Serayu)




















