Surabaya, serayunusantara.com – Bupati Madiun Hari Wuryanto bersama para kepala daerah se-Jawa Timur menghadiri High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) se-Jatim di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Kamis (26/2/2026). Pertemuan ini digelar untuk menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, serta mengoptimalkan transaksi pemerintah daerah menjelang Idul Fitri.
Kegiatan tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, didampingi Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ibrahim. Dalam kesempatan itu turut diluncurkan program Epik Mobile (Etalase Pengendalian Inflasi Kabupaten/Kota) yang disaksikan para kepala daerah, perwakilan perbankan, Badan Pusat Statistik, Bulog, OJK, serta organisasi perangkat daerah terkait.
Dalam paparannya, Kepala Perwakilan BI Jawa Timur menyampaikan bahwa perekonomian Jawa Timur pada triwulan IV 2025 maupun sepanjang 2025 menunjukkan pertumbuhan lebih baik dibanding periode sebelumnya. Secara triwulanan, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2025 mencapai 5,85 persen, melampaui rata-rata di Pulau Jawa sebesar 5,80 persen dan nasional sebesar 5,39 persen.
Gubernur Khofifah dalam arahannya meminta seluruh kepala daerah bersama satuan tugas pangan meningkatkan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar tradisional guna mengantisipasi potensi kenaikan harga menjelang hari raya.
Baca Juga: Pertamina Pastikan Stok LPG 3 Kg di Madiun Aman Selama Imlek dan Ramadan 1447 H
Ia juga menyebut Jawa Timur menjadi provinsi dengan produksi padi tertinggi secara nasional pada 2025, mencapai 10,57 juta ton, dengan produksi beras sebesar 6,10 juta ton. Capaian tersebut diharapkan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan produktivitasnya.
Selain itu, Indeks Perkembangan Harga (IPH) Jawa Timur hingga minggu ketiga Februari 2026 dipengaruhi oleh komoditas cabai rawit, daging ayam ras, daging sapi, dan tahu mentah. Untuk membantu menekan inflasi, masyarakat didorong memanfaatkan lahan dengan menanam cabai.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan diskusi yang dipimpin Gubernur Jawa Timur bersama sejumlah instansi terkait guna menghimpun masukan terkait ketersediaan bahan pokok serta langkah konkret yang telah dan akan dilakukan untuk menjaga stabilitas harga menjelang Idul Fitri tahun ini.
























