Blitar, serayunusantara.com — Kesuksesan sebuah acara tidak hanya diukur dari kemegahan panggungnya, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang ditinggalkan bagi pesertanya. Prinsip inilah yang tercermin dalam perhelatan SAE Ramadhan Fest 2026 yang digelar di Kampung Coklat, Blitar, Minggu (08/03/2026).
Melalui kolaborasi strategis lintas organisasi, ajang ini berhasil menjadi jembatan bagi ratusan anak di Blitar untuk mengasah mental kompetisi dan kreativitas di bulan penuh berkah.
Langkah berani diambil oleh jajaran penyelenggara yang terdiri dari Blitar Youth Forum, Blitar Youth Festival, Sahabat Anggia Erma Rini (SAE), hingga sayap organisasi keagamaan seperti Fatayat dan Muslimat NU.
Dengan menggandeng Bank Mandiri sebagai mitra pendukung, mereka membuktikan bahwa sinergi komunitas mampu menciptakan wadah edukasi non-formal yang masif dan inklusif bagi generasi Z dan Alpha di Bumi Bung Karno.
Tingginya partisipasi publik menjadi bukti nyata bahwa ruang-ruang ekspresi seperti ini sangat dinantikan oleh para wali murid. Sebanyak 543 talenta cilik berkompetisi dalam Lomba Mewarnai, sementara 38 peserta lainnya menunjukkan keberanian dalam Fashion Competition.
Baca Juga: Menuju Kota Blitar 2027: Dishub Rancang Peta Jalan Transportasi Inklusif dan Responsif Pengaduan
Angka-angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol harapan akan lahirnya generasi yang berani tampil dan memiliki karakter kuat di masa depan.
Dalam persaingan yang cukup ketat di atas catwalk, Tandya Femilia Nesha berhasil mengukuhkan diri sebagai yang terbaik di Kategori C Fashion Competition. Sementara itu, di Kategori A dan B, Quuennaya Khansa Azzahra serta Fania Syifa sukses menyabet posisi pertama.
Penampilan para peserta menunjukkan bahwa tren busana religi di Blitar terus berkembang dengan inovasi yang segar tanpa meninggalkan nilai-nilai kesopanan.
Beralih ke kompetisi seni lukis, ketajaman gradasi dan kerapian warna membawa Felisha Annida Zahra (Kategori A), Keyla Earlyzean Rachel S (Kategori B), serta Ardhafa A. Rafqi Prayoga (Kategori C) meraih podium pertama.
Keberhasilan mereka mendapatkan apresiasi luar biasa dari dewan juri yang menilai bahwa kualitas visual yang ditampilkan tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Penyelenggara menegaskan bahwa esensi dari SAE Ramadhan Fest bukan sekadar mencari pemenang, tetapi memberikan pengalaman berharga bagi setiap anak untuk berani mencoba.
Sinergi antara organisasi pemuda, lembaga wisata seperti Kampung Coklat, dan dukungan perbankan diharapkan menjadi role model bagi kegiatan-kegiatan produktif lainnya di Blitar agar tidak lagi berjalan secara parsial atau sendiri-sendiri.
Menatap masa depan, para penggerak di balik SAE Ramadhan Fest berkomitmen untuk terus menjaga nyala api kolaborasi ini.
Dengan visi menjadi agenda tahunan yang lebih inovatif, gelaran ini diproyeksikan akan menjadi standar baru festival kreativitas di Jawa Timur, yang mampu mempererat tali silaturahmi sekaligus menjadi ajang pengembangan bakat yang konsisten bagi masa depan anak-anak Blitar. (Fis/Serayu)























