Teheran, serayunusantara.com — Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin memuncak setelah Iran berhasil menembak jatuh pesawat tempur F-15E Strike Eagle milik Angkatan Udara Amerika Serikat di wilayah Iran tengah pada Jumat (3/4/2026).
Insiden ini menjadi yang pertama kalinya jet tempur berawak AS jatuh di wilayah Iran sejak perang dimulai pada akhir Februari 2026.
Puing-puing pesawat yang teridentifikasi berasal dari Skuadron Tempur ke-494, berbasis di RAF Lakenheath Inggris, ditemukan di kawasan terbuka. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahkan merilis video dan foto serpihan pesawat beserta kursi pelontar yang konsisten dengan model ACES II yang digunakan pada F-15E.
Pihak AS melalui beberapa sumber yang dikutip media besar termasuk CNN, Axios, dan CBS News mengonfirmasi bahwa satu dari dua awak pesawat berhasil diselamatkan oleh pasukan khusus AS melalui operasi pencarian dan penyelamatan. Pencarian terhadap satu awak lainnya, petugas sistem senjata yang duduk di kursi belakang, masih terus dilakukan.
Pakar penerbangan dari Royal United Services Institute Justin Bronk menilai penggunaan helikopter HH-60 Pavehawk dan pesawat C-130 Hercules yang terekam terbang rendah di wilayah tersebut mengindikasikan misi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung.
Iran awalnya mengeklaim pesawat yang ditembak jatuh adalah jet siluman F-35, tetapi analisis independen terhadap foto puing-puing menunjukkan bahwa pesawat tersebut adalah F-15E. Hingga berita ini diturunkan, Pentagon belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Konflik antara Iran melawan koalisi AS-Israel telah berlangsung sejak serangan gabungan pada 28 Februari 2026 yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. Iran membalas dengan serangan rudal ke Israel dan memblokir Selat Hormuz, memicu krisis energi global. (Ko/serayu)























