Blitar, serayunusantara.com — Memperingati Hari Perempuan Internasional (International Women’s Day atau IWD) 2026, komunitas Women March Blitar menggelar pertemuan hangat bertajuk “Journaling: Untuk Berdaya dan Tumbuh Bersama” di Warung Jujugan, Kota Blitar, Minggu (08/03/2026).
Acara ini menjadi ruang refleksi sekaligus diskusi kritis bagi perempuan Blitar untuk membaca ulang posisi politik perempuan di Indonesia saat ini.
Kegiatan diawali dengan sesi journaling bersama, di mana para peserta diajak menuangkan pikiran dan perasaan mereka ke dalam tulisan sebagai bentuk pemulihan diri (healing) sekaligus penguatan personal.
Sesi ini kemudian berkembang menjadi diskusi santai namun mendalam mengenai tantangan politik dan struktural yang masih dihadapi perempuan, mulai dari diskriminasi di ruang publik hingga kebijakan yang belum sepenuhnya berpihak pada kesetaraan.
Nanda Sania, salah satu peserta dari kalangan mahasiswa, mengaku sangat mengapresiasi konsep acara yang menggabungkan sisi psikologis dan politis tersebut. Menurutnya, ruang seperti ini sangat langka ditemui di tengah rutinitas akademik yang padat.
Baca Juga: IWD 2026: Kopri PC PMII Blitar Imey Chaterine Serukan “Give to Gain”, Desak Pengesahan RUU PPRT
“Lewat journaling, kita diajak melihat ke dalam diri sendiri sebelum akhirnya mendiskusikan masalah besar seperti politik perempuan di Indonesia. Ini menyadarkan kami bahwa persoalan personal yang kami hadapi sering kali berakar dari sistem politik yang belum inklusif,” ujar Nanda di sela-sela kegiatan.
Senada dengan hal tersebut, Ana perwakilan dari Women March Blitar, menekankan pentingnya pembangunan ruang aman bagi perempuan untuk saling menguatkan. Ia menyoroti bahwa solidaritas kolektif adalah kunci untuk menghadapi ketidakpastian zaman.
“Harapanku ke depan, makin banyak aja kolektif atau solidaritas yang membangun ruang aman bersama kayak gini. Terlebih untuk menjadikannya sebagai ruang untuk pulih sekaligus bisa inklusif bagi siapa pun,” tegas Ana saat ditemui di Warung Jujugan.
Acara ini ditutup dengan komitmen bersama untuk terus merawat jaringan solidaritas antar-perempuan di Blitar.
Melalui peringatan IWD 2026 ini, Women March Blitar berharap agar politik perempuan tidak lagi dipandang sebagai angka representasi semata, melainkan sebagai kehadiran ruang-ruang aman yang memungkinkan setiap perempuan untuk tumbuh dan berdaya secara berdaulat. (Fis/Serayu)




















