Kampung Bandeng Gresik Ditinjau, Dorong Penguatan Ketahanan Pangan dan Hilirisasi Perikanan

Gresik, serayunusantara.com – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke Kampung Perikanan Budidaya (KPB) Kampung Bandeng serta Desa Nelayan Pangkah Wetan, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, Selasa (27/1/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penguatan ketahanan pangan nasional berbasis potensi perikanan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Zulkifli Hasan mengapresiasi Kampung Bandeng yang memiliki potensi lahan budidaya seluas 3.840 hektare. Ia menilai kawasan ini sebagai contoh strategis sinergi kebijakan pemerintah pusat dengan potensi lokal, khususnya di wilayah sentra produksi ikan bandeng.

Menurutnya, sektor perikanan memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Oleh sebab itu, pemerintah pusat berkomitmen mendorong pembangunan infrastruktur pendukung di kawasan pesisir, termasuk di Kabupaten Gresik.

“Pada 2026, pemerintah akan membangun sekitar 20 ribu hektare tambak ikan untuk mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Produksi dari tambak tersebut diproyeksikan mampu memenuhi 82,9 juta porsi MBG,” ungkapnya.

Selain pengembangan tambak, Zulkifli Hasan juga menekankan percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP). Tahun ini ditargetkan terbentuk 80 ribu koperasi, dengan capaian sementara sekitar 30 ribu unit hingga Maret 2026.

“Program koperasi desa merupakan bagian dari gerakan ekonomi rakyat yang dicanangkan Presiden. Ke depan, koperasi akan menjadi pusat penampungan hasil ekonomi masyarakat dan bersinergi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.

Baca Juga: Kabupaten Gresik Jadi Tuan Rumah Silaturahmi Aswakada Jatim

Mewakili Bupati Gresik, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Misbahul Munir yang turut mendampingi kunjungan tersebut menyampaikan bahwa kehadiran Menko Pangan menjadi momentum penting bagi daerah dalam memperkuat sektor pangan dan perikanan.

Ia menegaskan Kampung Bandeng Desa Pangkah Wetan menjadi perhatian pemerintah pusat dalam pengelolaan tambak budidaya sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan berbasis perikanan.

Sementara itu, Kepala Desa Pangkah Wetan Saifullah Mahdi menyambut positif kunjungan tersebut. Ia memaparkan bahwa sektor perikanan budidaya, khususnya ikan bandeng, terus menunjukkan perkembangan signifikan sebagai komoditas unggulan desa.

Pria yang akrab disapa Sandi itu menyebutkan, produksi perikanan budidaya mencapai 20.000–25.000 ton per tahun, sementara produksi perikanan tangkap berkisar 15.000–20.000 ton per tahun. Seluruh hasil produksi hingga kini masih terserap pasar lokal, dengan permintaan yang terus meningkat.

Terkait program MBG, Sandi menyatakan kesiapan desanya untuk mendukung pasokan protein dari ikan bandeng. Namun, ia mengakui masih diperlukan inovasi pengolahan mengingat karakteristik duri bandeng yang cukup tajam.

“Kami tengah menyiapkan formulasi pengolahan, seperti bandeng presto atau olahan otak-otak, agar lebih aman dan nyaman dikonsumsi anak-anak dalam menu MBG,” ujarnya.

Baca Juga: Gresik Raih Juara Umum MTQ XXXI Jawa Timur 2025 di Jember

Upaya hilirisasi tersebut diharapkan tidak hanya mendukung pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga meningkatkan nilai tambah ekonomi masyarakat Pangkah Wetan.

Usai meninjau Kampung Bandeng, Menko Pangan Zulkifli Hasan beserta rombongan melanjutkan kunjungan ke gerai KDMP Desa Pangkah Wetan yang menyediakan kebutuhan pokok serta berbagai produk olahan ikan hasil UMKM setempat. (Ke/ha)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *