Pacitan, serayunusantara.com – Keris pusaka milik Presiden RI Prabowo Subianto menjadi sorotan utama dalam Gelar Budaya Luwung yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Pacitan bersama Gerakan Pemuda Ansor Pacitan di Gedung Perpustakaan Daerah (Perpusda) Pacitan.
Kegiatan ini tidak hanya menghadirkan pameran keris, tetapi juga menampilkan majang batu mulia endemik Pacitan, pameran seni rupa, serta bazar buku.
Pameran tersebut dibuka secara resmi oleh Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji. Keris pusaka Presiden Prabowo dibawa langsung oleh Staf Khusus Menteri Kebudayaan RI Bidang Sejarah dan Perlindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono.
Dua keris bergaya Bali milik Presiden dipamerkan berdampingan dengan keris pusaka lainnya, seperti milik Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, Bupati Pacitan, serta koleksi keris dari unsur forkopimda.
Bupati Indrata Nur Bayuaji menyampaikan bahwa setiap generasi pada akhirnya akan meninggalkan warisan, baik bagi keluarga maupun masyarakat. Menurutnya, sejarah yang diwariskan akan tercermin dari karya-karya yang dihasilkan, sebagaimana para empu yang meninggalkan nilai budaya melalui keris ciptaannya.
Puluhan keris dengan beragam bentuk dan asal milik para kolektor dijadwalkan dipamerkan selama empat hari, mulai 4 hingga 6 Februari, di lantai dua Gedung Perpusda Pacitan. Gelar Budaya Luwung sendiri digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-82 Kabupaten Pacitan.
Baca Juga: Sungai Maron Pacitan Terapkan Perahu Wisata Listrik, Dorong Pariwisata Ramah Lingkungan
Basuki Teguh Yuwono menuturkan bahwa bangsa Indonesia patut berbangga atas kekayaan budaya yang dimiliki.
Ia juga menambahkan, keris pusaka Presiden Prabowo kerap ditampilkan untuk tujuan edukasi dan pelestarian budaya. Sebelumnya, keris tersebut sempat dihibahkan dan disimpan di Perpustakaan Fadli Zon, milik Menteri Kebudayaan RI. (Ke/ha)













