Tuban, serayunusantara.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji di wilayah Jawa Timur saat ini masih dalam kondisi aman. Kepastian tersebut disampaikan di tengah situasi global yang turut memengaruhi sektor energi, termasuk konflik yang terjadi di beberapa negara penghasil minyak dunia.
Khofifah menyampaikan bahwa pemerintah pusat terus menyiapkan berbagai langkah strategis guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi. Sejumlah skenario alternatif juga telah disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi gangguan pada pasokan energi.
“Pemerintah pusat terus berupaya menyiapkan berbagai langkah alternatif agar kebutuhan energi nasional, termasuk BBM dan elpiji, tetap tercukupi,” ujarnya usai meninjau kegiatan pasar murah di Kelurahan Doromukti, Kecamatan Tuban, Kamis (5/3).
Ia menjelaskan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan pemerintah adalah membuka peluang pembelian bahan baku minyak dan gas dari negara lain. Upaya ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan energi di dalam negeri.
Baca Juga: BMKG Juanda Ingatkan Cuaca Ekstrem, Kabupaten Tuban Termasuk Wilayah Berisiko
Selain itu, Khofifah menambahkan bahwa Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral saat ini sedang mengkaji kemungkinan pembelian bahan baku migas dari Amerika Serikat sebagai salah satu sumber alternatif pasokan energi.
“Hal ini menjadi salah satu opsi yang sedang dikaji oleh Menteri ESDM, yakni pembelian bahan baku migas dari Amerika Serikat untuk mengantisipasi potensi kelangkaan,” jelasnya.
Dengan berbagai langkah antisipatif tersebut, Khofifah memastikan masyarakat tidak perlu merasa khawatir terhadap ketersediaan energi. Pemerintah akan terus memastikan distribusi BBM dan elpiji berjalan lancar sehingga kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
























