Menembus Lorong Sepi: Wajah “Terbengkalai” di Jantung Pasar Pon Saat Matahari Terik

Blitar, serayunusantara.com — Saat jarum jam menunjuk angka 12 siang, di mana pusat kota Blitar biasanya sedang sibuk-sibuknya, suasana berbeda justru terasa di dalam gedung Pasar Pon.

Alih-alih mendapatkan perlindungan dari teriknya matahari dalam keriuhan pasar, pengunjung yang masuk justru akan disambut oleh keheningan yang janggal dan kesan “terbengkalai” yang sulit disembunyikan.

Cahaya matahari yang masuk melalui celah atap hanya menyinari lantai yang berdebu dan tumpukan barang yang tak terurus di sudut-sudut lorong, Selasa (17/02/2026).

Kesan tidak terawat begitu kentara saat kita melangkah lebih dalam ke lantai dua atau area belakang. Lampu-lampu yang mati, cat dinding yang mulai mengelupas, hingga bau lembap yang khas menjadi pemandangan sehari-hari.

Meski secara struktur bangunan masih kokoh, namun ketiadaan aktivitas manusia di dalam gedung pada siang hari membuat bangunan ini terasa seperti ruang kosong yang terlupakan di tengah pusat kota yang berkembang.

Siska (22), seorang mahasiswi yang mencoba mencari barang untuk tugas kuliahnya, mengaku merasa agak “ngeri” saat harus berjalan sendirian di dalam pasar.

Baca Juga: Senyap di Balik Gerbang Beton: Kala Denyut Pasar Pon Blitar Perlahan Memudar

“Suasananya benar-benar sepi, padahal masih siang bolong. Banyak kios yang kosong dan gelap, bahkan ada beberapa sudut yang tampak kotor seperti tidak pernah dibersihkan berbulan-bulan,” tutur Siska.

Minimnya perawatan fasilitas umum seperti toilet yang bersih dan penerangan yang memadai semakin memperparah kesan kumuh di dalam gedung.

Pasar Pon kini berada di persimpangan jalan; antara terus tergerus usia dalam kesepian, atau bangkit melalui revitalisasi fungsi yang lebih relevan dengan kebutuhan generasi saat ini.

Tanpa perawatan dan manajemen yang progresif, “wajah dalam” pasar ini akan terus menua dalam keterpurukan yang menyedihkan. (Fis/Serayu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *