Blitar, serayunusantara.com — Saat lampu-lampu kota mulai berpijar dan udara malam Blitar mulai terasa dingin, ada satu titik di sekitar kawasan Bon Rojo yang tak pernah sepi dari kepulan asap aromatik.
Angkringan Bon Rojo, dengan tenda sederhananya yang ikonik, kembali menjadi pelarian favorit bagi warga yang mencari kehangatan.
Di balik sepiring nasi kucing dan deretan “sundukan” yang berjejer rapi bak barisan prajurit rasa, Kamis (19/02/2026).
Berbeda dengan kafe modern yang serba kaku, Angkringan Bon Rojo menawarkan kemewahan dalam kesederhanaan.
Di atas meja kayu panjang, pengunjung disambut dengan berbagai pilihan menu rakyat yang menggugah selera. Mulai dari nasi jinggo, nasi teri, hingga primadona utama: aneka sundukan.
Baca Juga: Nobar Timnas Menjamur di Kota Blitar, Angkringan dan Kafe Sediakan Layar Besar
Ada sate usus yang bumbunya meresap, sate puyuh yang legit, sate kulit yang kenyal, hingga beragam bakso dan sosis yang siap dibakar ulang di atas bara arang.
Agus Suyanto (52), seorang pelanggan setia yang malam itu tampak asyik menunggu sundukannya dibakar, menyebut angkringan ini sebagai tempat “sidang rakyat” yang paling nyaman.
“Di sini itu juaranya sundukan. Pilihannya banyak dan bumbunya pas di lidah. Tips dari saya kalau ke Angkringan Bon Rojo, jangan ragu minta sundukannya dibakar agak lama sampai sedikit karamel (gosong manis),” ujarnya.
Keunikan Angkringan Bon Rojo terletak pada suasananya yang cair. Di sini, seorang pejabat bisa duduk bersebelahan dengan mahasiswa atau tukang ojek tanpa ada sekat.
Semua larut dalam kepulan asap bakaran sate dan aroma wedang jahe yang menenangkan.
Keberagaman menu sundukan—mulai dari yang manis, gurih, hingga pedas—menjadikan tempat ini surga kecil bagi para pencinta kuliner malam di Bumi Bung Karno.
Bagi para pelancong atau warga lokal, mampir ke Angkringan Bon Rojo bukan sekadar urusan mengisi perut yang keroncongan.
Ini adalah tentang menikmati ritme kota yang melambat, merasakan kehangatan bara api, dan mensyukuri setiap tusuk sundukan yang menjadi penyempurna malam di Kota Blitar. (Fis/Serayu)






















